by

Komisi VII DPR RI & KESDM, Salurkan Sumur Bor Senilai Rp.450 Juta di Ngajum

MALANG, BrataPos.com – Warga Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang patut lega. Pasalnya dearah yang terindikasi susah air bersih ini mendapat bantuan sumur bor. Sumur bor yang anggarannya mencapai Rp 450 Juta, dapat dinikmati seluruh warga desa.

Anggota DPR RI Komisi VII Ridwan Hisjam mengimbau agar warga Ngajum memanfaatkan Sumur Bor Air Bersih melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral dan DPR RI Komisi VII.

Dia juga menjelaskan, pemerintah pusat terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah yang susah air. Salah satunya seperti yang dilakukan di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

“Air merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, baik untuk konsumsi dan kebutuhan hidup lainnya. Namun demikian tidak dapat dipungkiri, masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang masih mengalami kesulitan air bersih. Baik karena kondisi alam, maupun karena terbatasnya kemampuan pendanaan masyarakat untuk memperoleh air,” terang politisi Partai Golkar tersebut usai menyerahkan sumur bor, Selasa (8/1/2019).

Ridwan Hisjam juga menambahkan, jika Badan Geologi, KESDM, salah satu tugas fungsinya di bidang air tanah adalah melaksanakan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan itu meliputi penyediaan sarana air bersih melalui pengeboran air tanah dalam di daerah sulit air, yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Sampai dengan akhir tahun 2018, lanjut Ridwan Hisjam, Badan Geologi, Kementerian ESDM telah berhasil membangun sebanyak 2.290 unit sumur bor tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kapasitasnya debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun. Rinciannya, dapat melayani kurang lebih sebanyak 6,6 juta jiwa. Sumur bor tersebut tersebar di 33 provinsi dan 312 kabupaten.

“Untuk di Kabupaten Malang dari Tahun 2007-2017 sendiri telah berhasil dibangun sebanyak 13 unit sumur bor. Dengan kapasitas produksi air bersih minimal mencapai 787.138 m3/tahun. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan air bersih minimal sebanyak 35.942 jiwa. Kemudian pada tahun 2018 dibangun satu lokasi di desa Balesari dengan debit rata-rata 2,3 liter/detik,” imbuh politisi Golkar ini.

Dia juga berharap, program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam mampu dirasakan efektif. Nantinya bisa berhasil membantu mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di daerah sulit air. Sehingga pemerintah yang didukung oleh DPR-RI sebagai mitra kerja, terus berupaya meningkatkan anggaran untuk program ini.

Sementara itu, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, KESDM, M. Atok Urrahman menjelaskan, terkait biaya yang dibutuhkan untuk membangun sumur bor yakni Rp 450 juta. Dengan spesifikasi Kedalaman 125 m.
Pompa selam 3 PK, pembangkit Genset 15 KPA. Reservoir (bak penampung): 5000 Liter. Bangunan Rumah Genset 1 Unit, Debit 2,3 liter/detik. Kapasitas layanan sumur bor mencapai 3.312 jiwa.

“Mengingat sumur bor ini dibangun dengan anggaran yang cukup besar dan menggunakan APBN. Kami harap agar sumur tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Dengan begitu dapat memberikan manfaat yang besar untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat,” tutup M. Atok.

Reporter : Ard

Editor : jamal s

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA