by

Kapolres Tangsel, Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Api Ilegal

TANGERANG SELATAN, BrataPos.com – Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan, S.IK., M.Si didampingi oleh Kasat Reskrim AKP A Alexander, SH., S.IK., MM., M.Si., dan Kabag Humas Iptu Sugiyono memberikan penjelasan dalam pesan realesnya mengungkap terkait Tindak Pidana Pemilikan Senjata Api, Senin (07/01/2019) di Mako Polres Tangerang Selatan, Banten.

Menurut Kapolres dalam penjelasannya pada awak media, bahwa dari pengakuan pelaku bernama Ade RM (20) warga jalan Puri Kartika Kampung Dukuh Rt.003 Rw.006, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang dengan barang bukti 1 (satu) butir proyektil (didapat dari kaki saudara Ade Raihan yang bersarang di betis sebelah kiri), 4 buah butir peluru modifikasi, 2 buah senjata api rakitan.

Dengan kejadian berawal pada hari Senin (31/12/2018 silam, Team Vipers mendapat Informasi bahwa di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, Kota Tangerang terdapat korban penembakan atas nama Ade Raihan. Atas dugaan terjadinya persitiwa penembakan di wilayah Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan – Banten.

Namun menurut informasi tersebut Team Vipers melakukan pengecekan ke RS Sari Asih dan didapat informasi dari Orang Tua, Ade Raihan anaknya merupakan korban penembakan dan dibenarkan oleh kawannya Ade Raihan (Suhendri Als Hendri) yang katanya bersama – sama ketika kejadian tersebut, yang berawal di lokasi jalan Raya Pondok Betung Pondok Aren Tangerang Selatan.

IMG-20190108-WA0046

Maka dengan sigapnya personel Team Vipers melakukan cek dan olah TKP ulang serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari para warga.

“Ternyata didapatkan Fakta bahwa Korban /Tersangka sendiri sebenarnya yang membawa senpi Rakitan dan mengenai tangan dan kakinya sendiri,” terang Ferdy.

Sementara dengan fakta tersebut Team Vipers kemudian melakukan Cek dan Olah TKP bersama para Pihak dan melakukan Konfrontir pada Ade Raihan (Tersangka Pemilik Senjata Api/Korban penembakan perbuatan sendiri) yang didasari para saksi berinisial S (Saksi) dan berinisial R (Saksi).

“Bahwa kemudian Pelaku sekaligus korban Ade Raihan mengakui informasi kejadian adanya penembakan tersebut tidak ada, hanya mengarang cerita dan mengakui senpi rakitan tersebut miliknya yang dibuat sendiri,” ungkap Kapolres.

Selain itu dari hasil penelusuran atas kepemilikan Senjata Api tersebut yang dijadikan Barang bukti didapatkan dri hasil penggeledahan di rumah tersangka yang juga kemudian ditemukan 1 Pucuk Senjata Rakitan kembali.

Namun dari perbuatan tersangka di kenakan Sangkaan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan Ancaman Hukuman sampai dengan 20 Tahun penjara.

Reporter : soleh/hartono/alfan

Editor : jamal s

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA