by

Ibu Biadap, Habisi Nyawa Bayi Saat Dilahirkan

SURABAYA, BrataPos.com – Pengadilan Negeri Surabaya kembaali menyidangkan perkara pembunuhan bayi hasil hubungan gelap yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri (Maria Leda Tondu), Selasa (8/1/2019).

Maria Leda Tondu (24) wanita asal Kampung Zala Kadu, Sumba Barat NTT yang berdomisili sementara di Jalan Kejawen Putih Mutiara, VIII Blok C-2 Surabaya, yang diketahui bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Persidangan yang digelar di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri Surabaya ini, dengan agenda pembacaan dakwaan, sidang yang dipimpin oleh Dede Suryaman selaku ketua Majelis Hakim dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu J Efendi Banu dari Kejari Surabaya.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh Samsu J Efendi Banu (JPU) menyatakan bahwa terdakwa Maria Loda Tondu (24) dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri saat sang bayi baru dilahirkan.

Kejadian tersebut berawal saat terdakwa menjalin hubungan gelap dengan seorang laki-laki dan melakukan hubungan intim layaknya suami istri di kampungnya, yakni di Sumba Barat NTT hingga terdakwa hamil. Kemudian terdakwa pergi meninggalkan kampungnya menuju Surabaya Jawa Timur untuk mencari pekerja sekaligus menyembunyikan kehamilannya dari keluarganya.

Ketika sampai di Surabaya terdakwa diterima bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah saksi Joe A Moy (majikannya) di Jalan Kejawen Putih Mutiara.VIII blok C-2 Surabaya.

Disitu terdakwa tinggal serumah dengan sang majikan, namun walaupun terdakwa tinggal serumah dengan majikannya, terdakwa tetap merahasiakan kehamilannya hingga terdakwa melahirkan.

Pada Selasa 16 Oktober 2018 sekira pukul 03.00 Wib, terdakwa merasakan kotraksi pada perutnya, karena memang sudah waktunya untuk melahirkan, meskipun begitu dibenak terdakwa masih tetap ingin merahasiakan kelahiran anaknya tersebut pada majikannya.

Lantas terdakwa mengambil sebuah tas plastik warna hitam berukuran besar bermaksud untuk membungkus anaknya bila nanti melahirkan dan setelah anaknya dibunuh, rencananya akan dibuang.

Alhasil pada pukul 03.00 Wib anak yang dikandungnya akan segera keluar dari rahimnya, terdakwa bergegas masuk ke kamar mandi belakang yang biasa digunakan terdakwa, disitu terdakwa menanggalkan semua pakaiannya.

Beberapa saat kemudian lahirlah sang jabang bayi berjenis kelamin perempuan, begitu melihat bayi tersebut keluar terdakwa langsung menariknya keluar hingga tali plasentanya putus namun bayi tersebut masih sempat menangis cukup keras layaknya bayi lahir normal.

Lalu terdakwa dengan cepat membungkam mulut dan hidung sang bayi dengan tangannya selama 10 menit hingga bayi tersebut dinyatakan benar-benar tewas, kemudian terdakwa segera membersihkan tubuh bayi tersebut dengan memandikannya lalu dibungkus dengan kaos warna hitam.

IMG-20190108-WA0055

Ketika keadaan bayi dan plasentanya sudah terbungkus, lantas dimasukkan kedalam tas plastik yang sudah disiapkan sebelumnya, lalu disembunyikannya sambil menunggu hingga waktu pagi.

Selanjutnya, tepat pada pukul 08’00 Wib terdakwa membawa bungkusan berisi bayi tersebut dibawanya keluar dan dibuang ketempat sampah yang jauh dari rumah majikannya. Namun sial petugas pemungut sampah yakni Cipto Efendi saat mangambil sampah mengetahui bungkusan yang baru saja ditinggalkan terdakwa.

Lantas dibukanya bungkusan tersebut alangkah kagetnya Cipto ketika melihat bahwa yang ada dalam bungkusan tersebut adalah sesosok mayat bayi perempuan beserta plasentanya. Kemudian Cipto segera melaporkan penemuan mayat tersebut ke pimpinannya selanjutnya oleh pimpinannya diteruskan dengan melaporkan kepihak kepolisian.

Polisipun segera melakukan penyelidikan atas penemuan mayat bayi tersebut, atas informasi dari saksi Umamah dan saksi Alifah seorang petugas kebersihan yang sering melihat terdakwa sedang hamil namun sekarang kok sudah kempes, katanya.

Dari informasi itu polisi langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa, dan saat di interogasi terdakwa mengaku jika mayat bayi tersebut adalah mayat bayinya yang diakui dari hasil perbuatan diluar nikah dengan pacarnya semasa di kampungnya.

Atas perbuatannya, terdakwa terancam sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 342 KUHP tentang seorang ibu menghilangkan jiwa anaknya dengan di rencanakan, ancaman penjara selama lamanya 9 tahun.

Reporter : Bnd/Zs

Editor : jamal s

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA