by

Kanit Reskrim Polsek Kebomas, Terus Dalami Kasus 363

GRESIK, BrataPos.com – Kasus pencurian Kopra sebanyak 7 Ton yang menimpa seorang pengusaha asal Surabaya yakni H. Muhammad Saifudin pada tanggal (28/11/2018) sampai saat ini penyidik Polsek Kebomas masih belum menetapkan tersangka. Padahal kasus ini sudah berjalan hampir 3 bulan.

Informasi yang didapat penyidik unit Reskrim Polsek Kebomas sudah melakukan pemeriksaan pada beberapa saksi secara maraton. Namun sampai saat ini penyidik ciut untuk menetapkan tersangka.

Saksi yang sudah diperiksa oleh Penyidik yakni AD, PM, YT, KH, dan AG, serta AN. Bahkan penyidik pada hari Kamis (3/1/2019) hendak melakukan mediasi, namun Pihak yang diberi surat panggilan oleh penyidik sebagian tidak datang, sehingga mediasi gagal digelar oleh Kanit Unit Reskrim Polsek Kebomas.

Menurut kronologisnya kasus ini korban menceritakan awal mulanya, korban awalnya mencari gudang untuk penampungan kopra, tidak sengaja bertemulah dengan inisial AG sebagai Partner pemilik Gudang PT. Aneka Nusa Tama yang berlokasi di Jl. Mayjen Sungkono No.18 Desa Gulomantung, Kebomas. Gresik.

“Dari situlah AG menawarkan pada korban gudang miliknya akan disewakan dengan perjanjian pembayaran setiap bulan. Usai korban sudah menemukan gudang pembayaran sewa sudah dilakukan, mulailah saya menyimpan kopra,” katanya (3/1/2019).

IMG-20190103-WA0009

Namun yang menjadi tanda tanya bagi pelapor kenapa pihak penyidik tidak pernah memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Padahal bila mangucu pada UU KUHP itu merupakan wajib bagi penyidik untuk memberitahu pada pelapor.

“Sampai saat ini saya belum menerima SP2HP mas dari penyidik, padahal saya ingin mengetahui hasil penyidikan,” katanya dengan penuh kesal.

Kanit Unit Reskrim Polsek Kebomas Ipda Moch Dawud, SH saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon seluler mengatakan, kasus ini masih dalam proses penyidikan namun semua saksi sudah kami mintai keterangan. Kendati demikian kami sampai saat ini belum menetapkan tersangka. Pasalnya kami masih butuh pemanggilan ulang semua saksi untuk dimintai keterangan secara bersamaan.

“Minggu depan hari Senin, kami akan koordinasi dengan Kejaksaan, pasalnya bukti yang ditemukan ada percakapan antara pelapor dengan saksi-saksi yang sudah kami periksa,” katanya.

Reporter : jml

Editor : Nurdiana

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA