oleh

IRONIS”, LSM LPKP2HI MENYAYANGKAN PROYEK POKMAS DI KERJAKAN ASAL ASALAN DI DUSUN LAODEN KECAMATAN OMBEN

Last updated: Jumat, 4 Januari 2019, 14:52 WIB

SAMPANG, BrataPos.com – Jumat (4/1/2019) Progaram Pokmas (Kelompok Masyarakat) begitu minimnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Provinsi Jawa Timur. Sesuka hati dalam melaksanakan program dana Hibah infrastruktur yang di terima di desa masing- masing dengan besar anggaran milyaran rupiah untuk tahun anggaran 2018.

Bantuan dana milyaran rupiah tersebut, yang dikucurkan untuk semua Pokmas (Kelompok masyarakat) yang ada di Kabupaten Sampang. Sementara tanpa adanya pendampingan dalam program tersebut membuat para penerima bertindak sesuka hati dan rentan dengan penyimpangan.

LSM LPKP2HI saat dilokasi Monitoring Dusun Laoden – Desa Omben kabupaten Sampang sesampainya disana tampak tebing panahan/plengsengan di duga tidak sesuai dengan speck/RAB dugaan tersebut cukup kuat karena terlihat pemasangan batu tersebut asal asalan hanya sebatas di susun tanpa adanya perekat, tidak beraturan dan di duga pasangan batu tersebut kurang kuat masih banyak juga dalam pekerjaan tersebut tidak sesuai terkesan asal jadi.

Setelah di tanya oleh sekataris LSM LPKP2HI Yevie Dridaryanto ini pekerjaan siapa? Dan pemilik pokmas tersebut siapa?, tanya tim kepada salah satu pekerja,” ini punya pak Misi’in, jawabnya karena tidak adanya prasasti ataupun papan informasi diduga proyek tersebut adalah proyek siluman.

Yevie Dridaryanto sabagai seketaris LSM LPKP2HI mengatakan, Saya sangat menyanyangkan program pembangunan yang di gelontorkan pemerintah di kerjakan dengan bahan dan teknis pembangunan seperti itu, sudah dapat dipastikan tidak akan bertahan lama, artinya sangat bertolak belakang dengan tehnik bangunan yang ada, ungkapnya.

Bayangkan saja tidak ada galian sedikitpun untuk pondasi, batu gunung yang dipakai tidak memenuhi syarat, campuran perekatnyapun sangat sedikit semennya, katanya dengan nada kecewa. Semoga konsultan pengawasnya dapat memberikan tegoran dan menindak pekerjaan itu, pintanya.

Yevie Dridaryanto seketaris LSM LPKP2HI mengatakan pada media bratapos.com, kemarIn kamis 03/01/2019 Pelaksana proyek Misi’in tidak ada di lapangan, hanya saja salah satu pekerja menghubungi Misi’in melalui telepon selulernya dan mengatakan, “dimananya yang salah, katanya dengan nada santai seolah pekerjaan di rasa benar.

Reporter : TIM

Editor : jamal s

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA