by

Spesialis Gasak Kotak Amal, Tertunduk Lesu di Kuri Pesakitan

GRESIK, BrataPos.com – Terdakwa Dwi Setyadi warga Dusun Graha Bunder Asri Jl. Berlian lll/18, Rt.004 Rw.007, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik ketika duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Gresik tertunduk lesu di ruang sidang kemarin (17/12/18).

Pemuda 22 tahun itu diadili lantaran menggerayangi kotak amal di Masjid Al Innabah. Bahkan, terdakwa lima kali menguras isi kotak amal masjid di dalam Kompleks Kantor Pemkab Gresik di Jalan DR. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas-Gresik.

Sidang yang dipimpimpin oleh ketua majelis hakim Putu Gede Hariadi itu beragendakan tuntutan, yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alifin N Wanda dari Kejaksaan Negeri Gresik.

Dihadapan ketua majelis hakim, Jaksa dalam surat tuntutannya menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan mencurian kotak amal di dalam masjid.

“Menuntut terdakwa¬†Dwi Setyadi karena terbukti melanggar pasal 363 KUHP menjatuhi hukuman selama 8 bulan penjara,” tegas jaksa.

Sambil mengetok palu, ketua majelis hakim menunda sidang pada (3/1/19) dengan agenda sidang putusan.

Perlu diketahui, terdakwa Dwi Setyadi mencuri kotak amal di Masjid Al Innabah dilakukan pada 1 Oktober 2018 sekitar pukul 20.00 WIB, terdakwa Dwi berjalan dari warung kopi dekat di Bunder Asri.

Kemudian, masuk pintu sisi timur masjid dalam Kompleks Kantor Pemkab Gresik itu. Terdakwa Dwi menggunakan garpu yang telah dimodifikasi untuk membuka gembok kotak amal terbuat dari kayu dengan panjang 50 meter dan lebar 40 meter itu.

Setelah membuka gembok, terdakwa mengambil semua uang yang ada dalam kotak amal itu. Hanya butuh waktu tidak lebih 1 menit, terdakwa bisa membuka gembok tanpa merusaknya.

Reporter : Jml

Editor : Nurdiana

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA