by

Terjadi Pembacokan Terhadap Caleg Dapil 2 Jrengik Hingga Terluka

SAMPANG, BrataPos.com – Telah  terjadi pembacokan terhadap MH (korban) seorang bacaleg Dapil ll kecamatan Jrengik, tepatnya di Dusun Saesah, Desa Asem Rajeh, kecamatan Jrengik kabupaten Sampang, kamis malam jum’at jam 20:00 WIB.

Saat itu korban ketika berada di TKP hendak membeli bakso ke arah barat, tiba-tiba dari arah berlawanan ada sebuah sepeda motor yang berboncengan hampir menabrak korban.

Korban MH saat itu sempat kaget setelah itu bertanya pada pengemudi motor tersebut (pelaku) inisial P.  Dalam pembicaraan “kenapa mau nabrak saya” tanya korban terhadap P pasalnya pelaku seolah akan menabrakan motornya pada korban, karena korban menayakan hal itu P menjawab” mau apa? Dengan nada sangar ” mau carok ya ? P menantang korban untuk carok,yang sebelumya pelaku sudah membawa sajam di tubuhnya.

Pada saat keduanya cekcok pelaku P mengeluarkan sebilah clurit dari balik bajunya, karena korban melihat pelaku membawa sebilah clurit akhirnya korban mencoba untuk merebut clurit yang di bawa oleh pelaku. menurut keterangan korban clurit tersebut di sabetkan kearah korban sehingga korban menangkisnya sehingga  tangan korban mengalami luka sobek di ibu jari bagian kiri dan luka memar di bagian tangan kanan.

Sempat clurit berhasil di rebut oleh korban, saat itu salah satu dari banyaknya orang, inisial (K) mengambil clurit yang di pegang korban. Selang beberapa kemudian korban langsung melaporkan ke polsek Jrengik. Menurut keterangan korban sesudah kejadian penganiyaan, kakak dari korban Moh Soleh datang kerumah pelaku untuk menanyakan kejadian tersebut namun sampainya di rumah pelaku, Moh Soleh kakak dari korban juga hampir di pukul dan sempat di acungkan sebilah clurit oleh ayah dari pelaku berdasarkan dari keterangan korban ke media Brata Pos.

IMG_20181222_132443

Terpisah, kami pun langsung menuju ke polsek Jrengik untuk bisa menerima keterangan pelapor dan terlapor, kanit reskrim polsek Jrengik Bripka Eddy Sutrisno membenarkan adanya pembacokan tersebut dan dirinya mejelaskan semua pada awak media” gini mas saya akan menjelaskan semua kronologinya biar semua ada kejelasannya,katanya berdasar saksi keterangan kalau pembacokan tidak ada, (korban).

“H Muhammad Huzaini itu dari timur ke arah barat bermaksud untuk beli bakso, lalu tanpa di sengaja ketemulah dengan si pelaku (P) ini dari barat berboncengan dengan bibik nya, tiba tiba Muhammad Huzaini ini ada di tengah di kiranya menghadang sama pelaku,” terangnya.

Lalu keduanya ini terjadilah cekcok mulut antara pelaku dan korban di TKP,cekcok mulut akhirnya pelaku mengeluarkan sebilah clurit, lalu direbutlah oleh saksi yang namanya (R) anisial lalu korban juga ikut merebut clurit itu, belum sempat di sabetkan sudah saling tarik dan akhirnya kena, luka nya di bagian ibu jari korban, imbuhnya.

Korban tidak menerima tentang apa yang sudah di terangkan oleh Kanit Reskrim karena ada keterangan yang salah,bukan tidak ada pembacokan justru saya itu di bacok namun saya tangkis dan kenalah tangan saya, terang korban pada awak media Brata Pos. kalau sampai kena ke perut mungkin saya sudah terluka parah atau bisa mati, jangan ambil keterangan dari satu pihak, imbuhnya. Sampai berita ini di lansir proses hukum terus berlanjut,

Reporter       : (Ryn/far) 

Editor             : Jamal

Publiser        : Redaksi

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA