by

9 Dari 11 Pelaku Diringkus Polres Tangsel Dan Polsek Serpong

TANGERANG SELATAN, BrataPos.com –  Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Ferdy Irawan, S.IK., M.Si bersama Kapolsek Serpong Kompol Stephanus Luckyto Andry Wicaksono, SH, serta Kasat Reskrim AKP A Alexander, SH., S.IK., MM., M.Si..dan Kabag Humas Iptu Sugiyono berhasil meringkus tersangka tindak pidana Pembunuhan dan atau Pengeroyokan bersama Pencurian dengan Kekerasan yang mengakibatkan merenggut nyawa.

Korban deketahui bernama Deni Iskandar. korban sampai meninggal dunia dan atau menguasai secara tidak sah dengan penusukan senjata tajam yang dilakukan oleh 9 tersangka dan 2 tersangka sebagai DPO (Data Pencarian Orang), Selasa (18/12/18).

Demikian dikatakan Kapolres pada siaran persnya di halaman Markas Polres Tangerang Selatan Jl. Promoter No. 1 BSD, Serpong Tangerang Salatan – Banten.

Menurut Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan menyampaikan ada 9 orang tersangka dan barang bukti berupa 1 (Satu) buah celurit, bongkahan batu, dan HP milik Korban.

”Kejadian tersebut tersangka selain menggunakan celurit juga menggunakan soda api, tetapi kami belum bisa menemukan soda api di Tempat Kejadian Perkara,” terangnya.

Dari banyaknya jumlah tersangka, Mako Polres Tangerang Selatan Menetapkan 9 dari 11 tersangka dan 2 tersangka sebagai DPO (Data Pencarian Orang).

Kronologi kejadian yang berawal pada sekitar jam 23.00 Wib pelaku yang berjumlah 11 orang sedang berada di Jl. Raya Serpong untuk melakukan pemberhentin terhadap Fans sebuah Grup Musik yang akan lewat di Jalan Raya Serpong.

Selanjutnya sekitar jam 00.30 Wib para Tersangka melihat sebuah mobil truk yang ditumpangi diidentifikasi oleh para tersangka ditumpangi oleh Fans sebuah Group Musik yang baru selesai menonton konser di lapangan Sunburst, Serpong melintas di Jalan Raya Serpong.

Dan terjadilah tindak pidana Pembunuhan dan atau Pengeroyokan dan atau Pencurian dengan Kekerasan yang Menyebabkan Korban bernama Deni Iskandar Meninggal Dunia.

Namun aksi tindak pidana tersebut berhenti setelah Patroli dari Satuan Sabhara Polres Tangerang Selatan dan Unit Sabhara Polsek Serpong tiba di Tempat Kejadian Perkara dalam rangka Patroli Rutinitas.

Bahkan korban sempat dilarikan ke RSI As Shobirin Serpong, akan tetapi karena pendarahan hebat pada Pembuluh Arteri pada Pangkal Paha, Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS.

Dan kemudian Jenazah mendapatkan perlakuan Medis untuk kepentingan Pemuliaan Jenazah dan Proses Penyidikan.

IMG-20181219-WA0058

Tindakan pidana ini terjadi karena aksi balas dendam dari sekelompok fans seorang penyanyi yang pada awal November mengadakan konser Amal Gempa Poso di Pamulang,

“Dimana salah 1 (Satu) tersangka pada saat akan pulang kerumah diberhentikan oleh sekelompok yang mengaku adalah fans dari sebuah grup musik tertentu diluar Kota Tangerang Selatan dan kemudian HPnya diambil secara paksa,” jelasnya.

Kemudian tersangka 1 ber-inisiatif mengajak rekan-rekanya sebanyak 11 orang tersangka, namun hanya 9 orang tersangka sehingga 2 orang tersangka masuk Dafta Pencarian Orang ( DPO ).

“Mereka semua untuk mengincar dan memperlakukan yang sama diterima oleh tersangka 1 kepada kelompok yang telah diincar para tersangka dari yang diketahui para tersangka sebagian ber-status anak dibawah umur dan pelajar,” tuturnya.

Selain itu Kapolres menambahkan, dengan kasus pidana pembunuhan, semua dimata hukum tidak berbeda.

“Walaupun mereka statusnya pelajar tetap akan dilaksanakan tindakan hukum apalagi sampai menyebabkan korban meninggal dunia,” tambahnya.

Reporter : Soleh/Hartono/Alfan

Editor : Jamal Sintaru

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA