by

3 Budak Sabu Minta Keringanan Hukum

GRESIK, BrataPos.com – Rudy Attaqiya (23), dan M Syahrur Romadhon (20), harus mengakui kesalahannya di depan majelis hakim pengadilan negeri (PN) Gresik. Itu setelah kedua pemuda yang tinggal di Desa Ngelom Megare, Kecamatan Taman, Sidoarjo, tersebut dituntut 7,5 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Tidak hanya mereka berdua, seorang tersangka lain Ainur Rofiq (25), warga Desa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, juga mengalami hal yang sama. Ketiganya dianggap melanggar pasal 114 ayat 1 Jo pasal 132 ayat 1 UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Selain itu, ketiganya juga diminta membayar denda sebesar Rp 1 miliar. Jika denda tersebut tidak sanggup dibayar, maka akan diganti dengan hukuman kurungan selama tiga bulan penjara.

Pada agenda sidang (17/12/18), ketiganya melakukan pembelaan yang dibacakan oleh seorang penasehat hukum prodeo dari Posbakum PN Gresik Faridatul Bahiyah. Intinya, mereka mengakui kesalahannya. Berjanji tidak mengulangi lagi. “Harapan mereka masih panjang,” ujar Farida.

Dalam pembelaan tersebut, ketiga terdakwa dianggap sebagi korban. Sehingga meminta keringan hukuman kepada hakim. Dengan harapan pasal yang disangkakan lebih ringan. Yakni pasal 127 UU tentang narkotika. “Mereka adalah korban,” imbuhnya.

Usai menyampaikan pembelaannya, hakim yang diketuai Edy menutup agenda sidang. Ketiga terdakwa beriringan keluar menuju ruang tahanan sementara. Sebelumnya, para terdakwa diringkus anggota Sat Narkoba Polres Gresik di wilayah Gresik Selatan. Mereka merupakan satu jaringan.

Reporter : jml

Editor : Zaibi S

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA