by

Talk Show di Unisma “Kita Indonesia Jangan Suriahkan Indonesia”

MALANG, Bratapos.com – Satu lagi gelaran talk show yang cukup semarak dan gegap gempita. Pasalnya acara yang diselenggarakan di Aula Pasca Sarjana lantai 7 Unisma (unversitas islam indonesia) Kota Malang menghadirkan nara sumber yang berkompoten.

Nara sumbernya antara lain, Kapolres Malang Kota AKBP. Asfuri, SIK., MH, Prof. Drs. H. Junaidi, MPd, PhD (Wakil Rektor 1 Unisma).

Selain itu Wali Kota Malang Drs, Sutiadji juga hadir yang diwakili Heru Mulyono, SIP, MT (Sekban Bakesbangpol Kota Malang). Noor Shodiq Askandar, SE, MM (Wakil Rektor 3 Unisma). Kurniawan Muhamad (Direktur Radar Malang). Dr. Ainur Rofiq, SH, MAg (mantan Aktivis HTI).

Tidak kurang dari 800 peserta dari Civitas Akademika Unisma dan komunitas muda mudi cinta turut menghidupkan suasana.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menjelaskan, Talk show ini adalah sebagai refleksi terhadap bagaimana pendiri dan pejuang Indonesia. Betapa beratnya perjuangan sampai dapat menciptakan negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Yang mendirikan negara Indonesia adalah bukan satu atau segelintir manusia saja melainkan semua warga negara Indonesia.

Jadi jangan sampai ada segelintir orang yang akan merubah Pancasila. Karna, Pancasila sebagai dasar negera kesatuan Republik Indonesia.

“Dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi benteng negara kita. Dengan kegiatan ini pula, bisa membuat warga Indonesia membentengi tentang paham-paham dan ideologi yang radikal dan intoleransi,” tegas Kapolres Sabtu, (15/12/2018).

Sementara mantan aktivis HTI, Dr. Ainur Rofiq, SH, MAg menceritakan kisah keluarnya dari HTI. Menurut pengakuannya, cara perekrutan dari HTI adalah pasti mencari orang yang taat beribadah di masjid. Setelah itu, diajak diskusi, setelah didiskusikan pasti kelompok HTI itu menyudutkan dengan membuka gambaran. Antara kedudukan UUD 1945 dengan Alquran dan hadist tinggi mana?.

“Jadi saya ini keluar dari HTI bukan karena saya tidak memperoleh jabatan, tidak memperoleh materi di HTI.Tetapi saya keluar dari HTI ini adalah dikarenakan saya sering membaca-baca buku dan terus melaksanakan dialog tentang agama. Disaat itulah saya sadar bahwa HTI tersebut tidak sesuai ajaran Islam yang rahmatan lilalamin,” ungkapnya Ainur Rofiq.

Pemateri yang terakhir, Wakil Rektor 1 Unisma Prof. Junadi menambahkan, Pihak keamanan sudah melakukan analisis yang sudah terpapar. Hal itu untuk mendeteksi salah satu basis dari kampus kampus radikal yang ada di Kota Malang. Sementara pihaknya juga meyakinkan, bahwa di kampus Unisma tidak termasuk kampus radikal.

“Saya yakinkan sekali lagi bahwa Unisma tidak ada paham-paham radikalisme. Dan kampus Unisma tidak termasuk kampus radikal,” jelas wakil rektor 1.

Di Unisma, lanjut wakil Rektor ada peraturan rektor tentang tata cara berbusana bagi mahasiswa Unisma. Untuk mahasiswi, tidak diperkenankan untuk memakai cadar. Sebab menurutnya, cadar bisa mengganggu tentang proses perkuliahan.

“Kita tidak mau dosen bingung terhadap mahasiswinya. Bahkan bisa terjadi pula mahasiswinya tidak bisa hadir, digantikan oleh adiknya,” Pungkas Prof, Junaidi.

Reporter : Ardian

Editor : Jamal Sintaru

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA