by

Sosialisasi Parkir Berlangganan Oleh Dishub, Mendapat Penolakan Dari Jukir

SAMPANG, Bratapos.com – Adanya Sosialisasi Parkir Berlangganan yang di gelar oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang Jawa Timur Tahun 2019, pada tanggal 12 Desember 2018 di Aula membuat resah para juru parkir (Jukir) di pinggir jalan raya se-Kabupaten Sampang. Dikarenakan dalam sosialisasi tersebut pihak dishub Sampang menyampaikan secara Gelondongan terkait Parkir berlangganan kepada para jukir.

Untuk meredam gejolak Jukir se-Kabupaten Sampang, R. Aulia Rochman selaku Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sampang memfasilitasi para Jukir untuk rapat terbuka dengan dishub Sampang Pada tanggal 13 Desember 2019 di Aula Besar DPRD Sampang.

“Kami akan carikan solusi terbaik untuk para jukir, terkait parkir berlangganan ini, karena para jukir menolak keras adanya parkir berlangganan terebut. Mungkin senin depan kami akan panggil semua Stake holder terkait, biar tidak berlarut larut masalah ini,” bebernya.

Dalam rapat tersebut H.M. Zuhri SH, MM selaku Kadishub Sampang tidak bisa menjelaskan bagaimana tehnik Parkir berlangganan tersebut.

“Kalau masalah Tehnik Parkir Berlangganan saya tidak paham biar bawahan saya yang menjelaskan,” jawabnya dengan enteng.

Eko Hariyanto selaku Kabid Perhubungan Darat, dengan ciri khasnya yang lantang, menjelaskan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh kadisnya tersebut, Untuk menuju Sampang aman ya begini tentunya.

Ini masih sosialisasi Parkir berlangganan kemaren hanya global/gelondongan yang kami sampaikan, kemungkinan diterapkan parkir berlangganan ini Triwulan kedua atau ketiga 2019.

“Semua itu bertujuan untuk mensejahterakan rakyat dari parkir, dan meminimalkan kebocoran retribusi parkir juga untuk meningkatkan pendapatan Asli Daerah (PAD) Sampang. Jangan ditolak dulu, tolong diterima dulu. karena nanti Sistem pemberian gaji akan melalui rekening, biar tidak ada jual beli lokasi parkir,” Kilahnya.

Rifai, selaku Jubir Jukir dalam rapat tersebut, menolak keras parkir berlangganan tersebut, karena dishub tidak bisa menjabarkan secara detil dan pasti, untuk menjamin kesejahteraan para jukir berlangganan itu sendiri.

“Untuk besaran gaji, dan keamanan kendaraan masyarakat, juga jam kerja jukir, dan untuk kebocoran parkir itu sendiri. Semoga Sosialisasi Parkir berlangganan ini murni tidak ada kepentingan, baik dari pribadi dishub maupun golongan tertentu, khawatir bisa mengakibatkan masalah dikemudian hari. Pintanya.

Reporter : Tim

Editur : Jamal Sintaru

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA