oleh

Menko Perekonomian Serahkan KUR Pada Petani Sumber Pucung Malang

Last updated: Kamis, 13 Desember 2018, 18:23 WIB

MALANG, Bratapos.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution, SE.,Ph.D berkesempatan mengunjungi Kabupaten Malang, tepatnya di Dusun Turus, Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Rangkaian acara tersebut dalam rangka penyerahan bantuan program KUR (kredit usaha rakyat).

Hadir dalam kegiatan tersebut, H. Soekarwo (Gubernur Jatim), Dr. Saiful Rachman, (Kepala Dinas Pendidikan Prov Jatim). Plt Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M, AKBP Yade Setiawan Ujung, SH (Kapolres Malang), Letkol. Inf. Ferry Muzawwad, S.I.P (Dandim 0818). Susiwijono S.E, M.E. (Sesmenko Perekonomian), Musdahlifa (Deputi Ekonomi Menko Perekonomian). Anisa (Staf Deputi Menko Perekonomian), Catur Budiharto (Direktur BNI Jatim bidang Bisnis Mikro) dan 100 anggota Kelompok Tani Sari Makmur.

Menko Perekonomian menjelaskan, kegiatan kali ini dalam rangka Penyerahan KUR sebasar Rp.5 M dan pembelian alat pengering padi. Selain itu ada juga penyerahan padat tunai karya dan gerakan mengawali masa tanam.

“Secara Kesuluruhan KUR yang telah diberikan mulai tahun 2015 dengan bantuan subsidi berupa Bunga yang diberikan oleh Pemerintah telah tersalurkan sebesar Rp. 317 triliun. Rinciannya dengan saldo Rp.132 Triliun. Sementara jumlah debitur di seluruh Indonesia sebanyak 13.28 juta jiwa. SedangkanĀ  total penyaluran KUR yang digunakan sebesar Rp. 51.7 triliun,” terang Menko Perekonomian, Kamis (13/12/2018).

Saat ini, lanjut Menko, selain penyerahan KUR, juga ada penyerahan dana pembelian alat pengering padi. Ditambah penyerahan padat tunai karya, yang telah membersihkan saluran irigasi dengan pekerja 200 petani.

“Nanti dilakukan Penyerahan KUR secara simbolis ke 5 debitur masing-masing sebesar 35 juta rupiah. Setelah dari sini akan lanjut menuju Blitar dalam rangka penyerahan KUR kepada peternak ayam sebesar Rp.3 Milyar,” jelas Darmin.

Sementara, Direktur BNI bidang Bisnis Mikro Catur Budiarto mengatakan, untuk Jatim BNI telah banyak melakukan kegiatan diantaranya pada pertanian. Kegitan itu berupa mencetak kartu tani dalam rangka efektivitas penggunaan dana subsidi.

“Kita sudah gaungkan Program thatering kopi dan ternak sapi yang bekerjasama dengan Perhutani dan PTPN 12. Berkat dukungan kredit usaha rakyat yang diberdayakan oleh Pemerintah dapat membantu kesejahteraan petani. Caranya dengan mencicil pada akhir panen. Guna meningkatkan KUR, BNI juga bekerjasama dengan kementerian pertanian yang ditandai dengan penanaman awal di 56 titik produksi yang tersebar di Indonesia. Bunga KUR berkisar 14,5%/ tahun, karna bunganya disubsidi oleh pemerintah,” ujar Catur.

Sementara Gubenur Jawa timur H.Soekarwo menambahkan, Program KUR ini dapat mengatur penggunaan uang sehingga tidak terlalu banyak pinjaman kepada pedagang. Selain dana KUR, juga diserahkan bantuan berupa alat pengering padi. Sehingga setiap tahunnya dievaluas. Tujuannya agar semua hasil panen bisa berjalan dengan baik.

“Pembuatan kartu tani itu penting supaya diketahui kapan terakhir peminjaman dan pelunasan. Dari situ nanti bisa melihat persentase penghasilannya,” tutup Gubernur.

Reporter : Ard/had

Editor : Jamal Sintaru

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA