by

Tempel Stiker Antikorupsi di Ruang OPD

GRESIK, BrataPos.com – Peringatan Hari Antikorupsi Internasional digelar cara beda oleh korp Adhyaksa. Biasanya, membagikan brosur dan menempelkan stiker ke pengguna jalan. Kemarin (10/12/18) peringatan Hari Antikorupsi yang diperingati setiap 9 Desember itu, dilakukan dengan melakukan roadshow. Mendatangi ruang kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di kompleks Kantor Pemkab Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas.

Sejumlah pintu masuk ruang pelayanan publik dan kepala OPD ditempeli stiker. Bunyinya aneka macam. Tanpa Korupsi Indonesia Berprestasi ; Korupsi? Gue Kepret Lu ; Gresik, Berantas Korupsi Harga Mati dan Mboten Ngapusi, Mboten Korupsi, diantaranya.

Bahkan, pintu masuk ruang Sekretaris Daerah (Sekda) hingga Sekretaris Pribadi (Sekri), juga ditempeli stiker oleh sejumlah jaksa.

Sosialisasi early warning (peringatan dini) itu dipimpin Kasi Intel Kejari Gresik R. Bayu Probo Sutopo dan Kasi Pidsus Edrus. Kehadiran sejumlah jaksa di kantor OPD sempat menimbulkan pegawai celingukan. Bisik-bisik. Kasi Intel Kejari R. Bayu Probo Sutopo seakan mengetahui benak aparat sipil Negara (ASN) itu.

“Kami hanya mau menempelkan stiker memperingati Hari Antikorupsi Internasional,” kata Bayu membuat ASN bernafas lega. Saya pikir ada korupsi lagi, celetuk seorang pegawai.

Kali pertama yang di-jujug korp Adhyaksa adalah Kantor Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). Kemudian, menuju Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). Kantor DPM-PTSP dengan DPPKAD ini satu kompleks. Dan pintu ruang kepala dinas saling berhadapan.

Setelah meminta izin kepada staf yang ada karena kepala OPD sedang di Jakarta. Mereka lalu menempelkan masing-masing stiker. Berikutnya, ruang Bagian Keuangan, Humas dan Protokol, Sekda, hingga Sekretaris Pribadi (Sekpri) Bupati.

Bahkan, Asisten Administrasi dan Umum Setkab Gresik Tursilowanto Hariogi sempat menghentikan sementara kegiatan memimpin rapat terkait pembinaan pelaksanaan pembangunan desa (TP3D) di ruang rapat lantai II Kantor Pemkab Gresik. Rapat bersama para sekretaris dinas (sekdin).

“Kami sangat mengapresiasi. Kebetulan ini lagi bicarakan terkait TP3D. Sehingga ada singkronisasi dengan penegak hukum,” kata Tursilowanto.

IMG-20181210-WA0031

Humas Kejari Gresik R. Bayu Probo Sutopo menyatakan, penempelan stiker di ruang OPD dilakukan sebagai upaya mengingatkan secara dini untuk tidak melakukan tindak korupsi. “Karena kami konsern dalam pemberantasan korupsi,” ujar Bayu yang juga Kasi Intel Kejari Gresik itu.

Bayu menyebut sudah ada tiga perkara korupsi yang ditangani oleh kejaksaan. Tiga perkara itu melibatkan dua kepala dinas dan satu kepala desa. “Dugaan korupsi penyalagunaan anggaran APBD, pemotongan dana kapitasi dan dana desa,” ungkap mantan Kasi Pidsus Kejari Lamandau, Kalimantan Selatan itu.

Dalam catatan Brata Pos dua kepala dinas yang terbelit dugaan perkara korupsi itu adalah dr Nurul Dholam, mantan Kepala Dinas Kesehatan dan Jairrudin, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Gresik.

Sedangkan, korupsi dana desa adalah mantan Kades Sembayat, Kecamatan Manyar Suadji. Suadji telah diputus pengadilan pidana korupsi (tipikor) Surabaya. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA