by

Mantan Kadispora Gresik, Dijebloskan Ke Rutan Medaeng

GRESIK, BrataPos.com – Eks Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gresik Jairudin, yang sebelumnya mangkir dari pemanggilan penyidik Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada hari jumat (30/11/208) lalu. Akhirnya kemarin Senin (3/12/2018), mendatangi kantor Kejari sekitar pukul 09.00 WIB guna diperiksa.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik yang saat ini ia jabat itu diantar oleh sopir kedinasan. Jairudin yang mengenakan baju warna putih lengan panjang langsung menuju ruang penyidik pidsus didampingi kuasa hukum LBH Fajar Trilaksana Fajar Yulianto.

Hampir 6 jam lamanya berada di ruang penyidik untuk diperiksa. Akhirnya sekitar jam 15.00 WIB, Korp Adyaksa tersebut menetapkan Jairudin sebagai tersangka kasus pemotongan 5 persen dari anggaran tiga kegiatan 5 Milyar yakni Car Free Day, Paskibraka dan Gowes Pesona Nusantra pada 2017 silam.

Dengan kedua tangan diborgol dan mengenkan baju oranye yang bertuliskan Tahanan Kejari Gresik, tersangka Jairuddin langsung dibawa ke rutan medaeng, guna dilalukan penahanan.

Melihat proses penahanan tersebut, keluarga Jairudin yang menyusul ke Kantor Kejari Gresik, hanya bisa meneteskan air mata. Bahkan sempat keberatan untuk diabadikan wartawan.

Sementara Fajar Yulianto Kuasa Hukum tersangka mengatakan bahwa dirinya menghormati tugas penyidik. Namun, hak-hak sebagai tersangka juga akan diusahakan secara maksimal.

“Kami menghormati tugas penyidik. Kita akan minta hak-hak tersangka, termasuk memohon penangguhan penahanan,” kata Fajar Yulianto, sebelum ke rutan untuk mendampingi kliennya, Senin (3/12/2018).

IMG_20181204_010239

Kajari Gresik, Pandoe Pramoekartika menyampaikan. Sebagai syaratnya, mantan Kadispora diperiksa tim penyidik kejari Gresik untuk dimintai keterangan kursng lebih 6 jam lamanya.

“Kami rampungkan semua syarat penyidikan dan menetapkan mantan Kadispora Jairudin sebagai tersangka. Hasil perhitungan audit ada kerugian negara sebesar Rp. 103.360.811 dari total anggaran kegiatan sebesar 5 milyar rupiah,” tegas Kajari yang didampingi Kasi Pidsus Andre Dwi Subianto dan Kasi Intel Kejari Gresik, R Bayu Probo Sutopo.

Pandu melanjutkan tersangka di sangkakan pasal 2, 3, 12 huruf e dan 12 f Undang- Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan TIndak Pidana Korupsi. Ancamannya minimal 5 tahun penjara. Untuk sementara tidak ada pihak lain yang disangkakan pada kasus ini.

Sebelunya sebanyak 18 orang telah di pemeriksa tim Pidsus Kejari Gresik dalam kasus ini. Pemeriksaan tidak lain guna mencari sekaligus menetapkan tersangka pada dugaan korupsi yang ada di Dispora saat dipimpin Jairrudin yang kini sebagai Kepala Dinas Sosial Gresik.

Diketahui, untuk mencari barang bukti berkas dan dokumen. Penyidik Pidsus Kejari Gresik telah menggeledah kantor Dispora Kabupaten Gresik di Gelor Joko Samudro (Gejos) Jl Veteran Kecamatan Kebomas pada Kamis (6/9/2018) lalu. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA