by

MENJAMUR”PROYEK TANPA PAPAN NAMA SEMAKIN MARAK DINAS PENDIDIKAN SAMPANG TUTUP MATA

SAMPANG,bratapos.com Senin 03/12/2018 Satu lagi proyek pemerintah yang mengundang pertanyaan masyarakat sekitar. Pembangunan Gedung SMP satap 3 Gunung Maddeh kecamatan sampang tidak menggunakan papan nama. Tetapi dinas terkait, yang diduga kuat mengetahui hal tersebut terkesan acuh.

Hasil pantauan monitoring bratapos.com dan LSM gasak di lapangan, pengerjaan Gedung sekolah dan perpustakaan tersebut sudah berjalan sejak beberapa minggu terakhir., tapi tidak seperti pembangunan proyek aset pemerintah lainnya, yang ada papan nama proyek. Dalam proyek ini tidak terlihat papan nama proyek yang mencantumkan Spesifikasinya, seperti berapa anggaran, kapan dimulai dan berakhir serta siapa yang mengerjakannya.Hal itu menjadi sorotan masyarakat yang kerap beraktivitas di kawasan tersebut.

Kabiro bratapos.com,Ryan Adiyanto mengatakan, “tidak selayaknya pengerjaan proyek yang menggunakan uang pemerintah tidak memiliki papan nama proyek. Besar ataupun kecil anggaran untuk proyek itu tetap harus dibuat papan namanya,” ujarnya.

cuma aneh saja, proyek kecil saja di tingkat RT yang hanya belasan juta, tetap di tempel papan proyeknya. Karena wajib, itu diatur undang-undang,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Pemasangan papan proyek itu sebagai bentuk patuh terhadap Undang-Undang RI No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik Pasal 15 Huruf (d.)

Hal senada juga dikatakan Mufarrohah panggilan akrabnya far dari anggota bratapos.com , yang mengatakan proyek sekarang ini saya liat sudah memang jarang memakai papan nama atau papan informasi terkesan proyek yang tanpa papan nama adalah proyek siluman ” ungkapnya

IMG-20181203-WA0079

Menanggapi hal tersebut,Prayitno kordinator LSM GASAK menganggap tidak adanya papan nama dalam Proyek tersebut merupakan hal yang patut dipertanyakan. Sebab sudah menutupi transparansi publik.

“Ini proyek besar dan menggunakan anggaran APBN harus ada papan proyeknya. Karena tidak ada papan proyek nanti saya teman media bratapos akan konfirmasi dengan pihak yang mengerjakan proyek itu,” ujar Prayitno, Senin (03/12/2018).

“Saya kurang tahu siapa rekanan pelaksana di lapangan, yang jelas saya dan rekan media bratapos dalam waktu dekat akan menanyakan kepada kepala bidang yang bersangkutan terkait pembangunan ini,” tandasnya.

Apakah ini karena unsur keteledoran atau malah kesengajaan, sejumlah proyek pembangunan fisik yang bersumber dari APBN DI duga bernilai kurang lebihnya 500 juta tidak memasang plang papan nama proyek, pada proyek yang dikerjakan,salah satunya proyek pembangunan sekolah dan perpustakaan di SMP satap 3 Gunung Maddeh  yang Tidak terpasangnya plang papan namanya atau informasi keterbukaan publik pada proyek tersebut,Itu semua bertentangan dengan semangat keterbukaan dan transparansi yang dituangkan Pemerintah dalam Undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik.tegurnya

Dengan tidak dipasangnya papan nama, masyarakat tidak bisa turut mengontrol pembangunan tersebut. Kondisi ini membuat sejumlah kalangan mulai mempertanyakan kinerja Dinas Pendidikan kabupaten sampang,apa ini memang disengaja biar tidak ketahuan kebobrokanya.

Seperti yang diungkapkan media bratapos biro sanpang ia menyesalkan sikap dari sejumlah pelaksana proyek yang enggan memasang plang papan nama proyek yang sedang dikerjakan.

Masyarakat yang ingin mengetahui sumber dana, nilai kegiatan dan volume kegiatan yang sedang dikerjakan menjadi tidak tahu dan kecewa.

Dengan tidak adanya papan proyek sudah memperlihatkan bentuk tidak transparan pihak pelaksana dalam pelaksanaan pengerjaan proyek di lapangan.Papan proyek tersebut sebagai wahana informasi publik yang perlu disampaikan kepada umum sehingga tidak muncul kecurigaan-kecurigaan bagi dari pihak lain.

Dari hal tersebut memperlihatkan bahwa pengawasan Dinas Pendidikan kabupaten sampang  selaku pihak terkait yang terkesan tutup mata atas peristiwa tersebut.

Harusnya Dinas pendidikan memberikan himbauan atau teguran keras kepada seluruh rekanan yang mengerjakan proyek tanpa memasang papan nama,bukan malah terkesan membiarkanya dan diduga ada main dari pihak pihak terkait.

Pengerjaan proyek yang ada diwilayah kabupaten sampang tidak dilengkapi papan nama,Sedangkan pengerjaan proyek mulai dan sampai sudah selesai dikerjakan sejak Dua sampai Tiga minggu yang lalu.saat kami konfirmasi Kabid SMP bapak Budiono tidak ada di ruanganya entah kemana

Dikarenakan Plang informasi tidak dipasang, sehingga menimbulkan pertanyaan di masyarakat tentang transparansi penggunaan anggaran oleh pemerintah Kabupaten.

Sehingga terkesan proyek yang belum dipasang papan nama tersebut yang dikerjakan oleh pelakasana lapangan sampang terkesan proyek “siluman”.

Kepada dinas pendidikan Harus segera menindak lanjuti dengan menegur pelaksana untuk pemasangan papan nama,jangan menutup mata dan telinga karena membuat resah masyarakat.

Berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012 diatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek. Berdasarkan Perpres nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012 diatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.

Papan nama tersebut diantaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau “lama” pengerjaan proyek saat kami temui kepala sekolah SMP satap 3 gunung maddeh beliau ada acara di luar sekolah karena beliau merangkap sebagai PLT di sekolah SMP 1 Omben jadi tidak bisa di mintai keterangan karena beliau tidak ada di sekolah namun salah satu dari guru di sekolah tersebut saat di mintai keterangan  pak Moh Dowi mengatakan”saya tidak tau mas kalau masalah papan nama itu bukan rana saya,saya hanya sebatas guru biasa katanya

Memang benar kalau setiap proyek di wajibkan pakai plang papan informasi dalam atuaranya seperti itu,imbuhnya,(red)

REKOMENDASI UNTUK ANDA