by

Lembaga Masyarakat pemerhati pelaku korupsi kolusi nepotisme (Mppkkn) jembatan timbang jatim patut di pertanyakan

Malang raya , bratapos.com – Pembangunan jembatan timbang di wilayah Jawa Timur yang menghabiskan anggaran puluhan milliar tidak berfungai sama sekali sampai saat ini Bulan desember 2018. Pembangunan kontruksi jembatan timbang tahun 2016 terdapat 19 titik lokasi diambil dari APBD Provinsi Jawa Timur, seharusnya awal tahun 2017 sudah bisa dimanfaatkan, fakta di lokasi mangkrak dan dikeluhkan warga, muatan truck yang melebihi kapasitas tidak ada yang mengotrol dengan baik, sehingga beban truck dapat menyebabkan jalan rusak dan menyebabkan kecelakaan pengendara lalu lintas serta menimbulkan kemacetan.

Eko Siswanto Humas DPP MPPKKN ( Masyarakat Pemerhati Pelaku Korupsi Kolusi Dan Nepotisme ) Mengungkapkan”siapa yang akan bertanggung jawab akibat mangkraknya puluhan jembatan timbang di Jatim tersebut, mulai bangunanya yang dibangun tahun 2016 kelihatan kusam dan tidak terawat, aspal jalan pun banyak yang pecah, mengelupas serta dinding bangunan kelihatan retak, ini sama saja pemborosan keuangan negara.ungkapnya kepada awak media brata pos.

Kebijakan yang diambil alih oleh Kemenhub sangat kurang tepat. Patut diduga adanya intervensi intern sepihak dari Kemenhub. Eko siswanto juga menambahkan”Pihak kami LSM akan mengirimi surat teguran terkait kebijakan kinerja hubdat ini kepada Menteri Perhubungan dan DPR RI bahwa kebijakan yang diambil Kemenhub Hubdat sangat merugikan keuangan negara khususnya APBD Provinsi yang diambil dari pajak warga Jawa Timur dan mangkraknya jembatan tersebut tahun 2017 sampai saat ini desember 2018 tegasnya”,(fathur).

REKOMENDASI UNTUK ANDA