by

Pembangunan Jembatan Srigonco Bantur, Diduga Asal Asalan

MALANG, BrataPos.com – Pembangunan Jembatan Srigonco, Kecamatan Bantur Kabupaten Malang menyisahkan masalah. Jembatan yang dana pembangunannya diambil dari APBD tahun anggaran 2017 itu banyak disorot. Pasalnya, proyek yang tendernya dimenangkan oleh  PT. Tirta Perkasa Abadi, patut diduga dikerjakan asal-asalan.

Betapa tidak, dalam klausal diterangkan masa perawatan selama lima tahun. Namun, kenyataannya pengerjaannya dipercepat, sehingga saat ini sudah ada keretakan pada tiang jembatan. Padahal, proyek jembatan tersebut  menelan anggaran Rp.5 Milyar.

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni saat dikondirmasi BrataPos.com di ruangannya tidak ada di tempat, sehingga belum bisa dimintai keterangan. Menurut salah seorang petugas jaga Bina Marga mengatakan, bahwa Romdhoni sedang ada acara diluar.

Ditempat terpisah, Heri tim investigasi Lembaga Masyarakat Pemerhati Pelaku Kolusi Korupsi Nepotisme (MPPKKN) Malang raya ikut geram melihat kondisi jembatan tersebut.

Mengingat, tiang penyangga banyak yang sudah retak. Sehingga, pria yang juga warga Bantur ini menyakini bahwa Kontraktor bertindak sangat gegabah. Keretakan itu menurutnya disebabkan oleh pengurangan pada volume besi.

“Temuan ini sudah saya sampaikan ke DPC MPPKKN. Warga Bantur pun juga berharap, agar kami segera melaporkan pada aparat penegak hukum. Agar pembangunan beberapa infrastruktur di Kabupaten Malang dapat pengawasan dari aparat penegak hukum,” terang Heri Jum’at (30/11/2018).

Heri dan lembaganya juga menyakini, bahwa ada dugaan persengkongkolan saat proses pelelangan. Sebab, dengan anggaran sebesar itu, jembatan Srigonco sudah banyak yang retak. Persengkongkolan itu, dilakukan oleh pihak kontrantor, ULP dan dari satuan kerja tersebut untuk meraup keuntungan.

Sampai berita ini dirilis, Direktur (Dirut) PT. Tirta Perkasa Abadi belum dapat dikonfirmasi. BrataPos.com mencoba mendatangi kantornya, namun tidak berhasil menemui pimpinannya.

“Maaf mas, silahkan mengisi buku tamu, dan meninggalkan nomer telpon, nanti biar dihubungi pimpinan. Karna prosedur di kantor sini red seperti itu,” tandas petugas kantor kontraktor yang wnggan menyebutkan identitasnya. (fathur/Ard)

REKOMENDASI UNTUK ANDA