by

Penutupan Usaha Karaoke di Pamekasan, Menuai Kontroversi

PAMEKASAN, BrataPos.com – Dalam hasil Keputusan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Pamekasan dengan Ormas Islam tentang pencabutan ijin dan penutupan secara permanen semua tempat-tempat usaha karaoke di pamekasan, nampaknya mendapat reaksi keras dari sejumlah pemilik dan pemandu lagu tempat usaha karaoke di kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (29/11/2018).

Pasalnya, Pemilik usaha karaoke dan pemandu lagu sangat tidak setuju karena dianggap telah merugikan pihaknya, menilai keputusan pemerintah itu terkesan mengeluarkan keputusan yang sepihak, lantaran mereka merasa tidak dilibatkan dalam forum rapat intern yang hanya melibatkan pihak Ormas Islam saja.

Ketidaksetujuan dengan keputusan hasil kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Pamekasan dengan Ormas Islam tentang pencabutan ijin dan penutupan secara permanen semua tempat-tempat usaha karaoke itu muncul dari pemilik tempat usaha karaoke Pujasera (PJS) di Jalan Niaga, Pamekasan.

Handoko, selaku pemilik tempat usaha karaoke Pujasera (PJS) ini mengatakan, keputusan pemerintah kabupaten yang dilahirkan dari kesepakatan bersama dengan pihak Ormas Islam saja itu sangat tidak disetujuinya dan dianggapnya tidak fair, karena terkesan sepihak dan sangat merugikan pihaknya.

“Selain karena alasan tidak dilibatkan dalam forum tersebut, Pemkab Pamekasan juga dinilainya berubah-ubah dalam membuat keputusan. Hal itu dikarenakan sebelumnya Pemkab telah mengeluarkan keputusan yang menjadi kesepakatan bersama dalam forum rapat dengan beberapa ulama, Ormas Islam yang melibatkan pihaknya beberapa waktu lalu,” katanya dengan penuh kesal.

Kritikan juga muncul dari kalangan masyarakat yang berprofesi sebagai pemandu lagu yang menjadikan tempat usaha karaoke itu sebagai mata pencariaannya. Mereka meminta agar pemerintah daerah setempat juga memikirkan dampak negatifnya jika memutus rantai sumber penghasilan.

“Akibat adanya keputusan hasil kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan Ormas Islam tentang pencabutan ijin dan penutupan secara permanen semua tempat-tempat usaha karaoke di lingkungan Kabupaten Pamekasan, hingga saat ini telah membuat semua tempat usaha karaoke sepi pengunjung,” kata pemandu lagu yang enggan disebutkan namanya.

Bahkan dampak yang sangat merugikan pihaknya itu juga telah membuat sejumlah pengusaha tempat usaha karaoke kebingungan untuk beralih usaha karena telah merugi, keluhnya. (Anton)

REKOMENDASI UNTUK ANDA