by

Lembaga Perlindungan Konsumen Kecam SPBU Yang Melayani Pembeli Dengan Jurigen Plastik

BATU, BrataPos.com – Semakin berkurangnya stok BBM diwilayah Malang raya membuat antrian panjang pembeli di beberapa SPBU. Dibalik antrean panjang itu, ada beberapa keanehan yang di lakukan oleh pembeli maupun pegawai pom. Hal itu terjadi di salah satu pom bensin dengan nomer 54.653.09 lokasi Kota Batu.

Pantauan BrataPos.com di lapangan, ada kejanggalan saat antrean berlangsung. Pembeli membawa sepeda motor dan dengan jerigen di taruh di tembok pinggir SPBU. Pembeli yang enggan di konfirmasi wartawan, membeli minyak jenis pertalite, tanpa dilengkapi dokumen dari kepala desa.

Saat itu pembeli cerdik, dengan membawa botol atau jerigen ukuran 5 literan. Dengan melangsir dan melakukan transaksi yang berulang ulang. Anehnya, kegiatan tersebut di bantu oleh karyawan operator SPBU.

Pengawas SPBU yang berinisial K saat ditemui awak media terlihat gugup.” Tentang boleh dan tidaknya saya kurang paham mas. Kemudian, aturan aturan larangan atau yang bagaimana saya juga kurang paham”, jelas K, kamis (29/11/2018).

Anehnya, pihak SPBU tersebut melayaninya lebih baik lagi daripada konsumen berasal dari pengendara sepeda motor. Menanggapi hal itu, Ketua LPK (Lembaga Perlindungan Konsumen) Malang Raya Nanang Nelson ikut prihatin. Menurutnya, praktik yang dilakukan petugas SPBU sudah menyalai aturan.

“Terkait dengan pengisian BBM Premium oleh SPBU ke konsumen menggunakan jerigen jelas  melanggar peraturan. Kan sudah ditetapkan dan harus menjaga keselamatan bersama. Pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu,” ungkap Nanang Jum’at (30/11/2018).

Masih menurut Nanang, larangan SPBU tidak boleh melayani konsumen dengan menggunakan jerigen dan menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi. Selain itu, menjual ke pabrik-pabrik industry home.

“Dengan melayani pembelian dengan jerigen, maka SPBU telah melanggar aturan dan juga tidak safety. Apalagi jerigen terbuat dari plastik, bensin dapat terbakar karena panas. Baik itu panas knalpot, udara, dan api. Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2012 telah diatur larangan dan keselamatan,” pungkasnya. (Ard/Fk/H)

REKOMENDASI UNTUK ANDA