by

Seorang Kakek di Lamongan, Berjuang Demi Mendapatkan Keadilan

LAMONGAN, BrataPos.com – Sungguh kasihan nasib MST, seorang kakek tua asal Dusun Gilang, Desa Babat Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan harus berjuang dengan segala upayanya guna mendapatkan haknya.

Dirinya rela berjuang demi mendapatkan keadilan. Pasalnya kakek yang sudah umur 60 tahun itu diduga di dholimi oleh salah satu kerabatnya sendiri sebut saja DSN seorang oknum PNS di lingkungan Dinas Pendidikan Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.

MST merasa diduga di intimidasi dan di takut-takuti untuk menempati rumah miliknya oleh DSN, sehingga dilakukan upaya gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Lamongan dengan dibantu seorang kuasa hukum Rianto yang berkantor di Surabaya.

Sementara tergugat menggunakan pengacara beken di kota Soto yaitu Edy Yusuf. Awal mula kejadian terjadi pada tahun 1977, dimana telah terjadi proses jual beli tanah pekarangan kurang lebih sekitar 300 meter persegi oleh penjual keluarga DSN (sdh almarhum) dibeli oleh keluarga MST (almarhum).

“Namun dalam perjalanan waktu ironisnya ahli waris dari penjual tidak mengakui bahwa tanah tersebut telah dijual. Padahal ahli waris (pembeli) mempunyai bukti surat jual beli desa yang ditandatangani kepala desa saat itu,” katanya melalui kuasa hukum MST.

Kades membenarkan bahwa memang benar tahun 1977 terjadi jual beli pekarangan yang sekarang sudah di bangun, namun DSN selaku tergugat tidak mengakuinya dan menyatakan surat itu palsu, ujar kepala desa saat ini ketika dikonfirmasi rekan rekan media.

Mediasi sudah beberapa kali dilakukan oleh kepala desa namun selalu gagal dan akirnya ditempuh lewat jalur hukum. Dalam proses mediasi hukum yang dilakukan PN Lamongan sudah dua kali mediasi belum juga menemukan titik temu sehigga dua minggu kedepan akan disidangkan pada materi perkaranya.

Kakek MST hanya bisa pasrah kepada palu para hakim yang mulia, karena hanya rumah itu satu satunya yang dia punya. Ketika dikonfirmasi rekan media bahwa MST merasa bahwa keadilan masih ada dan ia yakin keadilan pasti akan memihaknya walau dengan susah payah.

“Ia yakin tuhan maha mendengar dan melihat, ujarnya dengan berkaca kaca. Kita semua tunggu palu hakim yang mewakili Tuhan di dunia ini, pungkasnya. (sm)

REKOMENDASI UNTUK ANDA