by

Bimbingan Teknis Bagi Komunitas Peduli Lingkungan Tahun 2018

KABUPATEN TANGERANG, BrataPos.com – Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang laksanakan Bimbingan Teknis (Bintek) kepada Komunitas Peduli Lingkungan selama dua hari Rabu – Kamis ( 28 – 29/11/18 ) di Hotel Sahid Mutiara – Binong, Curug Kabupaten Tangerang – Banten.

Turut hadir dalam acara Bintek diantaranya Perwakilan Kementrian KLH, Kadis lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang dan Perwakilan dari 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang.

Disamping itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang Saefulloh dalam kesempatan ini mengatakan, bahwa dengan adanya Bintek ini adalah program Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang didukung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang.

“Pihaknya bersama Komunitas Peduli Lingkungan yang ada di Kabupaten Tangerang, dimana akan merubah sampah dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis,” katanya.

Masih Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, menuturkan melalui Bintek ini dapat memberikan edukasi pada komunitas peduli lingkungan.

“Diharapkan bisa mendapatkan hasil yang baik dan terus dilanjutkan secara berkesinambungan,” Tutur Saefulloh dihadapan peserta Bintek.

IMG-20181129-WA0019Selain itu Widi Hartati dari Bank Sampah Kemuning, Kelurahan Binong yang tampil sebagai narasumber, mengutarakan, bahwa sampah bisa diolah menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomis.

“Pengolahan sampah menjadi barang ekonomis dan bernilai jual ini mampu mendukung warga dalam mendapatkan penghasilan tambahan,” tutur Widi dihadapan peserta Bintek.

Aspek Bimbingan Teknis ditekankan pada pengelolaan sampah permukiman dengan menggunakan sistem bank sampah.

Pada kesempatan itu Perwakilan dari Kementrian KLH memaparkan, masalah pengolahan sampah organik dan non organik. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan untuk pengolahan sampah anorganik, didaur ulang menjadi berbagai produk kreatif.

Pada kesempatan itu diajarkan kepada peserta cara pembuatan kompos dengan bahan utama sampah organik. Pupuk kompos ini punya nilai ekonomis dan merupakan kebutuhan utama bagi para petani.

Sedangkan untuk sampah non organik seperti kemasan minuman dan makanan serta produk lainnya, juga kain perca, dan sampah berbahan kertas bisa disulap menjadi banyak produk kreatif atau Merchandise seperti Aneka Bros, tempat penyimpanan telepon genggam, Tas Cantik, Aksesoris dan berbagai produk lainnya.

“Produk Kreatif ini, tentunya juga punya pasar dan bernilai ekonomis, sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan keluarga,” tambahnya. (Soleh/ Hartono)

REKOMENDASI UNTUK ANDA