by

Biaya Paspor TKI Hanya 55 Ribu, Begini Caranya Agar Terhindar Dari Calo

MALANG, BrataPos.com – Gebrakan Dinas tenaga kerja Jawa timur patut diacungi jempol. Pasalnya, saat ini pembuatan paspor bagi Pekerja Migran Indonesia atau yang lazim disebut TKI dari Jatim dipermudah.

Selain itu, calon TKI/PMI tidak perlu mengurus terlalu lama untuk memproses dokumen keberangkatan. Cukup  dilayani dilayani  Kantor Layanan Terpadu Satu Atap (KLTSA) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jatim, di jalan bendul merisi Surabaya.

Tak hanya itu, calon TKI cukup membayar Rp 55 ribu untuk biaya pembuatan paspor.  Dalam hitungan tiga hari, tanpa ribet paspor sudah bisa jadi.

“Enak mas, sekarang ngurus paspor gak usah mondar mandir, cukup satu atap. Kalau dulu bikin paspor masa tunggunya bisa sampai satu bulan, sekarang cukup tiga hari sudah jadi,” cerita Siti Zulaikah, wanita asal Dampit Kabupaten Malang.

Masih menurut Siti, dirinya memutuskan bekerja di Hongkong untuk menopang ekonomi keluarga. Mengingat dia hanya tamatan SMP dan tidak punya keahlihan kusus. Sementara dia harus menanggung biaya sekolah dua anak dan ekonomi orang tua yang tinggal bersamanya. Gaji di Hongkong cukup menjajikan, berkisar Rp. 7 – 8 juta per bulan.

Ditempat terpisah, Kepala Disnaker Jatim Himawan Estu Bagio saat dikonfirmasi melalui Kepala UPT Penempatan dan Perlindungan TKI (P2TKI) Disnaker Jatim, Budi Raharjo menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar 70.000 TKI Jatim yang bekerja di luar negeri.

Bahkan, untuk memudahkan layanan pada para pekerja migran, Disnaker Jatim sedang menyiapkan layanan satu atap di daerah. Daerah yang dimaksud adalah daerah selatan yang jumlah TKI (PMI) nya paling banyak.

“Disnaker sudah menyiapkan layanan satu atap di sejumlah tempat. Kami sudah mereplikasi layanan pengurusan dokumen PMI dalam satu kantor itu di Blitar,” ungkap Budi melalui Whatsapp, Sabtu (24/11/2018).

Budi juga merinci, daerah  di Jatim yang menjadi pemasok PMI terbanyak adalah Kabupaten Ponorogo sebanyak 14 persen. Kabupaten Blitar sebanyak 13 persen. Kabupaten Malang sebanyak 12 persen. Kabupaten Tulungagung sebanyak 9 persen dan Kabupaten Banyuwangi sebanyak 8 persen.

Sementara Negara  yang paling banyak ditempati para PMI adalah Hongkong sebanyak 53 persen. Kemudian Taiwan sebanyak 27 persen. Negara Malaysia sebanyak 9 persen. Negara Brunei Darussalam sebanyak 2 persen. Negara Singapura sebanyak 2 persen. (Hadi/Ard)

REKOMENDASI UNTUK ANDA