by

Adu Data, Antara Kuasa Hukum Pedagang, Melawan Kuasa Hukum Diskoperindag Gresik

GRESIK, BrataPos.com – Kasus dugaan pemotongan Stand pasar Baru Gresik yang dilakukan Diskoperindag terhadap pedagang daging ayam Kamisih terus berlanjut di meja hijau Pengadilan Negeri Gresik. Kemarin (22/11/2018).

 

Setelah pihak Penggugat memberikan replik pada sidang sebelumnya pada tergugat yang dipimpin oleh majelis hakin Lia Herawati. Kini giliran tergugat yaitu Diskoperindag Kabupaten Gresik tergugat I dan tergugat II UPTD Pasar Baru Gresik. Melalui kuasa hukum dari Kabag Hukum Pemda Gresik Muhlis memberikan Duplik.

 

Dalam Dupliknya, menyatakan bahwa stand penggugat awalnya 30 meter, namunsetelah ada renovasi digunakan untuk penempatan tendon air sehingga stand penggugat tinggal 14 meter. Lagi pula stand tersebut hak pakai bukan hak milik,” kata Muhlis Kuasa Hukum tergugat saat membacakan duplik.

 

Namun berbeda dengan Kuasa Hukum penggugat Raden Muhammad Saddad yang menyatakan bahwa, Klien kami sesuai dengan bukti yang ada stand tersebut ia beli pada tahun 2007. Tapi kenapa dari pihak Diskoperindag stand tersebut hak pakai.

 

“Bagaimana yang sudah terjadi jual beli stand sampai ratusan juta. Padahal sudah jelas dalam dupliknya bahwa konsekuensinya secara hukum tergugat sebagai pihak pengelola berhak untuk meminta, itu harus dipertanyakan, yang sudah terjadi jual beli stand bagaimana langkah Diskoperindag,” ucap Saddad.

 

Sampai terjadinya gugatan itu, awalnya penggugat memiliki stand 30 meter persegi sesuai surat ijin menempati (SIM) yang dibelinya pada tahun 2007 silam. Namun akibat renovasi pasar oleh pemerintah daerah (pemda) Gresik kini stand miliknya hanya sisa 14 meter persegi.

 

“Sehingga wanita 45 tahun yang tinggal di Jl. Gubernur Suryo itu melayangkan gugatan terhadap Diskoperindag. Kami berharap pada majelis hakim yang memeriksa kasus ini agar diputus seadil-adilnya pada pedagang daging ayam itu, kasian dia tidak bisa berdagang,” pungkasnya. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA