by

Tuty Rahayu Angkat Bicara, Dalam Jumpa Pers

MALANG, BrataPos.com – Dewan Pimpinan Cabang Peradi Sidoarjo, Jawa Timur, menyatakan sikap atas kisruh persidangan yang diduga dilakukan oleh Guntual Laremba dan Tuty Rahayu pada persidangan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, pada 29 Juni lalu.

Ketua DPC Peradi Sidoarjo Bambang Soetjipto mengatakan, pihaknya bersama para pengurus menyampaikan empat sikap keprihatinan atas peristiwa tersebut.

“Pertama, DPC Peradi mengecam keras tindakan yang mengarah pada ‘contempt of court` tersebut. Kedua, mendukung pengadilan mengambil langkah tertentu khususnya melakukan upaya hukum untuk menjaga harkat dan martabatnya sekaligus agar menimbulkan efek jera,” katanya di Sidoarjo kemarin, (20/11/2018).

Ketiga, Peradi Sidoarjo menghimbau kepada para pencari keadilan mengambil cara yang baik ketika merasa tidak puas atas putusan yang dijatuhkan.

“Keempat, Peradi menghimbau semua pihak agar selalu percaya dan patuh terhadap putusan pengadilan sebagai wujud sikap paham dan patuh terhadap hukum,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak Pengadilan Negeri Sidoarjo melaporkan Guntual Laremba dan Tuty Rahayu, yang diduga telah membuat kisruh ruang sidang Pengadilan Negeri Sidoarjo pada 29 Juni lalu.

“Kami tidak ada kepentingan apapun terkait peristiwa ini. Semua merupakan bentuk keprihatinan kami terhadap apa yang sedang terjadi di Pengadilan Negeri Sidoarjo,” jelasnya.

Laporan PN (Pengadilan Negeri) Sidoarjo ke Polresta Sidoarjo dinilai sebagai peristiwa langka. “Baru kali ini saya tahu ada peristiwa seperti ini. Mungkin di daerah lain pernah ada, tapi saya sendiri baru tahu sekarang ini,” kata Ben Hadjon, selaku Wakil Ketua DPC Peradi Sidoarjo.

Selain pernyataan sikap, bentuk keprihatinan itu juga dilakukan dengan mendampingi perwakilan PN Sidoarjo saat melapor ke Polresta Sidoarjo.

“Laporannya tadi ada dua pasal. Tentang pencemaran nama baik dan UU ITE. Kami serahkan ke pihak kepolisian, mana yang nanti bisa dibuktikan,” ujarnya.

Peristiwa ini berawal saat hakim membaca putusan terhadap seorang terdakwa dalam kasus BPR Jati Lestari, terlapor berusaha mencegah proses sidang dengan cara berteriak-teriak di ruang sidang.

Setelah munculnya berita juga dilaporkanya Tuty Rahayu kepolres Sidoarjo Tuty langsung mengambil sikap dan angkat bicara dalam jumpa pers. Dalam jumpa Pers Tuty terus menunjukkan bukti-bukti dari perkara yang dituduhkan padanya dihadapan para wartawan kemarin, (20/11/3018) malam di Pandaan villa tretes Jl. Bathok.

“Kami tidak mencegah proses hukum, tapi kejadian itu tepatnya setelah sidang diputuskan. Terdakwa Joni sudah dalam putusan onslagh ketok palu, lalu bpk Riman akan dibacakan tapi belum dimulai. Saat itulah baru kami protes karna kami sudah tahu pasti hasilnya onslagh,” ungkap Tuty Rahayu penuh dengan kesal.

Kejadian itu lanjut Tuty bukan saat persidangan berlangsung, melainkan saat sidang sudah ketok palu di putus, keributan itu muncul setelah sidang selesai, tinggal pembacaan di kubu Riman yang akan berlangsung di bacakan dalam keadaan yang belum di mulai, sambungnya.

Terkait jumpa pers selain dihadiri beberapa wartawan, terlihat juga Zaibi Susanto, Dirut LBH LP-KPK dan ketua komda Jatim LP-KPK, Heri beserta anggotanya. Saya sudah menyingkapi terkait perkara Tuty Rahayu dan Guntual Laremba.

“Kami akan mengawal perkara ini sampai selesai bersama lembaga LP-KPK atas dasar bukti-bukti yang sudah dibacakan dan sudah dijelaskan oleh Tuty Rahayu,” ungkap Zaibi Susanto ke media. (fathur)

REKOMENDASI UNTUK ANDA