by

Mantan Atlet Peracik Minuman Oplosan, Duduk di Kursi Pesakitan

GRESIK, BrataPos.com – Pengadilan Negeri Gresik mengelar sidang perdana kasus penjual minuman keras oplosan yang menjerat Petrus Roy Bernardo (37) warga Jl. Genting Besar Rt.001 Rw.010, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Lia Herawati dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mansur dan Penasehat Hukum (PH) terdakwa Adi Sutrisno dari LBH Putra Bhayangkara, dengan agenda dakwaan, Kamis (22/11/2018).

Dalam surat dakwaannya bahwa terdakwa pada beberapa bulan yang lalu tepatnya tanggal (13/8/2018) melakukan atau meracik minuman keras yang dicampur dengan air mineral, alcohol, essen, aspat 1 gram, atric acid 4 gram, setabil mineral 5 gram dan nat ben zoat 0,2 gram lalu terdakwa menjualnya.

“Akibat racikan oplosan terdakwa 3 warga Hulaan Menganti tewas dan puluhan orang masuk rumah sakit. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 136 huruf b jo 75 (1) UU N0.18 Tahun 2012 tentang perdagangan jo pasal 84 (2) KUHAP,” kata Jaksa dihadapan persidangan.

Sementara Penasehat Hukum (PH) terdakwa Adi Sutrisno tidak membantah dan tidak keberatan apa yang dibacakan oleh Jaksa. Sehingga PH tidak mengajuan esepsi atau tanggapan dakwaan dari Jaksa.

Sambil mengetok palu, Hakim Lia akhirnya menunda pekan depan dengan agenda sidang keterangan saksi.

Perlu diketahui, tersangka Petrus Roy Bernardo itu ditangkap Polres Gresik setelah pihaknya mendapatkan bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi. Tersangka diciduk di kawasan Kenjeran, Kota Surabaya. Sekitar pukul 00.45 WIB pada hari Senin (20/8/2018). (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA