by

Penangkapan Mantan Lurah Dampit Periode 2008 – 2010 Oleh Kejari di Apresiasi lembaga GGOA

KABUPATEN MALANG, BrataPos.com – Satu lagi mantan lurah di kabupaten malang ditangkap Kejaksaan Negeri Malang. Dalam kurun waktu 1 tahun kejaksaan Negeri Malang di Kepanjen telah menahan 5 mantan Lurah.

Sebelumnya pada tanggal 18 – 12 – 2017 Kejari Malang telah menahan mantan Lurah Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Sangkaan yang dituduhkan Yoyok Yudianto, penyalah gunaan tanah kas desa dengan kerugian negara Rp.300 juta. Yoyok sudah divonis pengadilan tipikor 3.8 tahun.

Hari ini, Kejari Kepanjen kembali menahan Sugemg Prayitno, mantan lurah Dampit yang saat ini menjabat Camat Tumpang. Atas dugaan korupsi penyimpangan lahan eks tanah bengkok di Kelurahan Dampit.

Penangkapan itu mendapat Apresiasi dari Sudarno Lembaga Good Govermance Aktivator Alliance (GGAO) Malang Raya. Menurutnya kasus yang mendera Sugeng Suprayitno Camat Tumpang harus ditelusuri sampai ke tingkat atas.

“Kasusnya berhenti dimantan Lurah saja, atau melibatkan pejabat diatasnya. Kejaksaan harus menguak kasus tersebut sampai tuntas,” tandas Suharno.

Keprihatinan Suharno cukup mendasar, sebab peralihan status desa menjadi Kelurahan banyak menyisahkan masalah. Utamanya tentang pengelolahan tanah kas desa.

“Kasus ini yang salah regulasinya, apa memang oknum Lurahnya yang nakal. Kalau regulasinya yang longgar, tidak menutup kemungkinan membuka peluang Lurah untuk melakukan tindak pidana korupsi. Sehingga Lurah-lurah se-Kabupaten Malang patut dilidik juga,” ungkap pria yang akrab dipanggil Darno.

Seperti diketaui, Sugeng Suprayitno ditangkap Kejari Kabupaten Malang atas dugaan korupsi tanah bengkok. Hal itu dijelaskan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan, Heri Pranoto, Rabu (21/11/2018) siang diruang kerjanya.

“Setelah penetapan tersangka Sugeng Prayitno pada tanggal 31 Oktober 2018 lalu, yang bersangkutan hari ini resmi kita lakukan penahanan atas dugaan kasus korupri eks tanah bengkok di Kelurahan Dampit,” jelas Heri.

Heri menguraikan, penetapan  tersangka Sugeng, berkaitan dengan posisinya ketika menjabat Lurah Dampit pada bulan April 2008 sampai 2010. Dimana Sugeng pada saat itu, ditengarai melakukan penyimpangan penerimaan hasil sewa aset tanah eks bengkok di Kelurahan Dampit.

“Penetapan tersangka sejak 31 Oktober 2018. Sedang ini panggilan kedua setelah penetapan, kemudian kita tahan karena sudah cukup bukti. Agar yang bersangkutan tidak melarikan diri juga,” beber Kasi Intel Kejaksaan.

Heri melanjutkan, sangkaan pada tersangka Sugeng di jerat Pasal 2 ayat 1 junto subsider pasal 3 dan pasal 18 UU N0. 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Selain Sugeng, tambah Heri, 3 mantan Lurah Dampit yang juga ditahan di LP Lowokwaru dan LP Sukun Wanita yakni atas nama Lies Indra, Zarkasih dan Deni. Modus korupsi eks tanah bengkok hampir sama.

Tersangka tidak menyetorkan penyewaan tanah milik Pemkab Malang ke kas daerah. Dimana total kerugian dari 4 mantan Lurah Dampit atas penyalahgunaan eks tanah bengkok sebesar Rp.782 juta. (Ard/Hadi)

REKOMENDASI UNTUK ANDA