by

Merayakan Maulid Nabi Merupakan Kebanggaan Dan Tradisi Orang Madura, Khususnya di Pamekasan

PAMEKASAN, BrataPos.com – Setiap daerah memiliki adat yang berbeda, cara perayaannya pun tentu berbeda. Begitulah yang terjadi di pulau Madura. U niknya dari wilayah yang memiliki empat Kabupaten ini cara merayakan adat leluhurnya dengan berbeda beda. Bahkan uniknya setiap Desa di satu Kabupaten juga tak sama.
Sedikitnya hal itu dapat dilihat dalam perayaan Maulid Nabi di Kabupaten Pamekasan, dalam perayaan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Robiul Awal di masing-masing Desa di bumi Gerbang Salam itu banyak ke berbedaan, Selasa (20/11/2018).
Brigpol Subaidi, Selaku Tuan Rumah, warga Kelurahan Kanginan, Gg.5 Rt.003, Rw.010 Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, menyampaikan dalam merayakan kelahiran Nabi atau yang dikenal dengan sebutan Maulid Nabi menjadi hal yang ditunggu-tunggu, menurutnya ada kebanggan tersendiri dalam hal itu dan setiap tahun mulai dari jamannya nenek saya sampai sekarang pasti saya di rumah saya ini merayakan kelahiran Nabi Muhammad dengan mengundang tetangga sekitar.
“Masyarakat di sini umumnya bangga dalam merayakan Maulid Nabi ini sebagai bentuk syukur atas kelahiran utusan Allah yang membawa manusia dari alam gelap menuju terang, warga secara bergantian merayakan hal itu di rumah masing-masing dan di rumah saya ini mulai jamannya nenek saya sampai sekarang tiap tahunnya pasti merayakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad atau yang di sebut Maulid Nabi,” katanya  Brigpol Subaidi pada BrataPos.com.
Dijelaskannya, bahwa perayaan Maulid Nabi itu dikemas dengan mengumpulkan kerabat atau tetangga untuk mempererat tali silaturahmi serta membaca Shalawat Nabi hingga acara selesai.
“Pada saat pagi bisanya kumpul memasak apa yang bisa dimasak, diteruskan dengan menghadirkan undangan Marhaban dan baca sholawat saat malam hari hingga terakhir di pagi menghadirkan undangan kembali,” jelasnya Brigpol Subaidi.IMG_20181121_062238
 Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Brigpol Subaidi ini menyampaikan tiada harapan selain Ridho Allah SWT.
“Semoga dengan bahagianya atas kelahiran Nabi Muhammad, kita semua mendapat Ridho dari Allah, diberikan kemudahan dalam segala hal serta dijadikan manusia yang Khusnul Khotimah, Amiin,” lanjutnya Brigpol Subaidi.
Meski tak semuanya di setiap Desa di wilayah Kabupaten Pamekasan memiliki cara berbeda dalam merayakan Maulid Nabi itu, ada sebagian daerah yang melakukan secara bersamaan dalam satu hari bulan Maulud di satu tempat khusus seperti Masjid dan Musholla. Ada pula yang merayakan di rumah masing-masing secara bergantian selama 1 hingga 2 bulan penuh, pungkasnya. (Anton)

REKOMENDASI UNTUK ANDA