by

LP-KPK Jatim, Kawal Perkara Guntual Laremba Terkait Pencemaran Nama Baik

KABUPATEN MALANG, BrataPos.com – Penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo menetapkan Guntual Laremba sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang menuduh hakim bisa di suap.

Tuduhan itu direkam dalam video ketua sidang putusan perkara pidana BPR Jati lestari beberapa waktu lalu. Bahkan video itu sempat viral di Facebook beberapa waktu lalu.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris membenarkan bahwa pihaknya telah menetapkan Guntual Laremba sebagai tersangka terkait kasus UU ITE. “Iya (Guntual) sudah kami tetapkan tersangka,” ucap kepada wartawan usai rilis penangkapan pelaku spesialis pembobol ATM di Sidoarjo, Rabu (31/10/2018).

Meski tidak menyatakam secara detail sejak kapan ditetap sebagai tersangka, namun penenetapan tersangka terhadap Guntual itu dinilai sudah memenuhi minimal dua alat bukti.

Harris mengaku, pihaknya juga sudah memeriksa sejumlah pihak terkait perkara UU ITE, termasuk saksi yang bersangkutan. Bahkan, pihak penyidik juga sudah memeriksa sejumlah saksi ahli diantaranya, ahli bahasa, ahli ITE dan ahli pidana.

“Semua sudah kami periksa,” ungkapnya. Selain itu, penyidik juga sudah mengirim surat pemberitahuan dimualinya penyidikan (SPDP) ke Kejari Sidoarjo atas nama terdangka Guntual. “Sudah kami kirim (SPDP),” ucap Harris.

WhatsApp Image 2018-11-21 at 18.17.03Perlu diketahui, persoalan Guntual itu berawal ketika putusan sidang BPR Jati Lestari, perkara pidana perbankan 28 Juni lalu yang digelar di PN Sidoarjo. Ketika itu, dia hadir sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Eko Supriyono membaca putusan terhadap seorang terdakwa dalam kasus BPR Jati Lestari.

Beserta istrinya Tuty, Guntual berusaha mencegah proses sidang dengan cara berteriak-teriak di ruang sidang. Bukan hanya itu, keduanya juga mengolok-olok pengadilan dan sebagainya karena diduga tidak terima atas putusan itu.

Bahkan, mereka juga membentangkan banner pengadilan alternatif Indonesia. Aksi itu juga di videokan lalu diunggah dalam akun facebook, hingga viral dijagat media sosial.

Kasus yang akan menyeret ke ranah pidana itu bukan sampai disitu saja. Bahkan, Guntual juga dilaporkan terkait gelar palsu Sarjana Hukum (SH) yang dibuat untuk mengajukan kredit di BPR Jati Lestari. Hanya saja, penyidik Polresta Sidoarjo masih mendalami kasus tersebut. “Masih proses,” ungkap Harris.

Terpisah, Guntual Laremba ketika dikonfirmasi terkait penetapan tersangka itu dirinya masih belum mengetahui. “Belum tahu, belum ada kabar,” ucap pria yang mengkalim dirinya memiliki lembaga Pengadilan Alternatif Indonesia.

Ketidak pastian hukum yang ditetapkan oleh Polres Sidoarjo ini sontak membuat kubu Guntual Laremba dan istrinya Tuty Rahayu, jumpa pers di Pandaan tepatnya villa Tretes raya Jl. Bathok villa aldian kemarin (20/11/2018) pukul 19.00 WIB.

Terkait perkara jumpa pers di villa treres semalam kubu Guntual Laremba menjelaskan bahwa dirinya adalah korban dari Pengadilan Negeri Sidoarjo atas adanya indikasi kecurangan dalam putusan hukum.

”kami sudah menunjukkan semua bukti yang akurat dan bisa di pertangung jawabkan, namun kenapa malah kita yang di permaslahkan,”ungkap Guntual Laremba saat jumpa pers.

Dengan membeberkan semua perkara juga membawa bukti-bukti yang sudah ada juga menunjukkan ke media di villa tretes semalam. (fathur)

REKOMENDASI UNTUK ANDA