by

Lebih Dekat Dengan Pengacara Cantik Asal Surabaya, Tutik Rahayu, SH

BATU MALANG, BrataPos.com – Sexy, berhijab dan selalu berpenampilan rapi. Itulah kesan pertama saat menatap sang wonder women advokat asal Surabaya, Tutik Rahayu, SH.

Tutik, begitu teman-teman seprofesinya memanggil akrab perempuan cantik ini. Dia tak mau terbelenggu dengan pekerjaannya yang sangat menuntut daya profesional sebagai seorang advokat.

Seharian perang pasal dan argumentasi hukum di meja hijau persidangan. Untuk itu, Tutik selalu traveling ke tempat-tempat yang indah di Kota  Batu.

Lembaga yang menanguinya adalah Care Law Protection (CLP). Sebuah lembaga penggiat hukum yang lebih mengedepankan Restoratif Justice dalam menangani sebuah perkara hukum. Terbukti, CLP mengadakan kegiatan pembinaan terhadap para Kepala Daerah tanggal 22-26 Oktober 2018 yang lalu di Mojokerto, Jawa Timur.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Bupati dan seluruh Kepada Desa yang ada di Mojokerto, yang berlangsung meriah dan lancar. Saat itu, Tutik, mendapat sambutan yang begitu hangat dengan suasana santai namun serius dari peserta yang hadir.

“Kegiatan yang dilakukan oleh CLP  tersebut merupakan bentuk kepedulian. Mengingat, masyarakat lemah semakin tidak mendapat kepastian hukum,” ungkap Tutik.IMG-20181118-WA0008Penyelesaian Restoratif Justice lanjut Tutik,  adalah menciptakan Pemulihan Hukum. Pemulihan hubungan dan kepastian hukum, sehingga salah satu bentuk mengurangi overload Lembaga Pemasyarakatan yang menjadi beban Rakyat yang menanggung.

Tutik selain berprofesi sebagai seorang Pengacara, dia juga merangkap sebagai mediator dari Pusat mediasi nasional yang terakreditasi MA. Jangkauan kerjanya seluruh wilayah Nusantara. Saat ini, dia menangani kasus 170 jo 351 ayat 2 diselesaikan dengan Restorative Justice di Kolaka Sulawesi Utara.

Berjalan memori banding terkait warisan dengan penggugat anak tiri melawan ibu tiri. Ditingkat Pengadilan Negeri diputus anak tiri yang berhak. Sehingga dengan putusan itu, Tutik naik banding.

“Persoalan hukum tidak harus diselesaikan dengan menggunakan instrumen hukum, tapi dengan metode Restoratif Justice. Hal itu sangat mencerminkan budaya adat ketimuran yang penuh dengan toleransi yang tinggi,” tambah Tutik.

Rutinitas yang tinggi membuat sang advokat seksi ini secara kontinyu traveling dan olahraga sebagai kegemarannya. Demi mengantisipasi rasa jemu akibat tuntutan profesi dibalik pakaian Toga hitamnya.

“Hidup harus seimbang biar gak borring aja. Apalagi setiap hari bergelut dengan perkara mendampingi para klien dipersidangan.” Pungkas Tutik dengan ramah saat berkesempatan berbincang bincang dengan BrataPos.com, minggu (18/11/2018). (Ardian)

REKOMENDASI UNTUK ANDA