by

Oknom Guru Agama SDN Di Pamekasan Diduga Cabuli 9 Orang Muridnya, Dengan Modus Menyerahkan Tugas Sekolah

PAMEKASAN, BrataPos.com – Seorang Oknum Guru Agama di salah satu Lembaga Pedidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, diduga telah melakukan perbuatan pencabulan terhadap muridnya. Modus oknum guru tersebut memberi tugas hafalan Juz Amma di suruh setor kerumahnya.

Seperti yang dikutip dari berita Faktualnews.co. Seorang Oknum Guru Agama Islam di salah satu SDN di lingkungan Kabupaten Pamekasan yang diduga melakukan perbuatan asusila itu, berinisial IR.

Dari iformasi yang beredar, ada sebanyak 9 orang muridnya telah menjadi korban yang telah dicabulinya. Bahkan, perbuatan tak senonohnya itu sudah berlangsung sejak lama.

Kejadian ini terungkap, setelah seorang siswi melaporkan perbuatan IR itu kepada orang tuanya. Salah satu orang tua korban menuturkan, bahwa anaknya yang masih duduk di kelas 6 SD itu, kepada dirinya mengaku telah mendapatkan perbuatan tak senonoh dari seorang gurunya berinisial IR.

“Anak saya mengaku dipegang di bagian payu daranya oleh oknum guru tersebut,” kata KR, orang tua korban, Sabtu (17/11/2018).

KR menjelaskan, pengakuan anaknya itu ia menuturkan bahwa perbuatan pelecehan seksual yang di lakukan IR terhadap anaknya tersebut terjadi di rumah IR pada saat situasi keadaan rumah sedang sepi dan hanya IR dengan muridya saja.

Modusnya, Para siswa yang kedapatan tugas, satu persatu di suruh datang ke rumahnya dengan asalan untuk menyetor hafalan Juz Amma yang IR berikan.

“Awalnya anak-anak enggak ada yang bilang termasuk anak saya juga enggak bilang. Tapi, setelah ada satu yang cerita ke orang tua, akhirnya semua jadi tahu,” tambahnya.

Secara terpisah, seorang korban lainnya bernama AM, kelas VI mengaku juga telah mengalami hal yang sama. Bahkan AM, sampai mengalami penyakit dan harus dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Pamekasan akibat perlakuan dari IR.

“Saya sampai sakit dan harus opname di rumah sakit akibat perbuatan bejat guru saya itu,” tuturnya.

Sebayak sembilan murid yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan IR itu yakni, IR, AM, FR, AZ, AL,NS, RS, AR, NF.

Sementara Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Lilik Inda Suswati, saat hendak dikonfirmasi ke sekolahnya, ia sedang tidak ada di tempat. Salah seorang guru wali kelas VI, Izzudin Abdis Salam, menjelaskan, bahwa kepala sekolah tengah menjalani pelatihan tugas dinas diluar kota.

“Ibu kepala sekolah tidak ada. Dia sedang mengikuti latihan diluar,” tandasnya.(Anton)

REKOMENDASI UNTUK ANDA