by

Warga Ancam Tutup Pabrik Penggilingan Batu Koral Tirtoyudo, Milik Pejabat Pemkab

MALANG, BrataPos.com – Penggilingan batu koral yang lokasinya tepat di depan Kantor Desa Ampelgading Pesangrahan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang membuat keresahkan warga. Pabrik yang diperkirakan sudah beroperasi kurang lebih 4 Tahun ini, diduga belum kantong ijin.

Hampir setiap hari, Dump truck besar dengan muatan batu koral keluar masuk melewati  jalan Desa Sukorejo dan Ampelgading Pesanggrahan. Polusi yang diakibatkan lalu lalangnya dump truck dikeluhkan warga di dua  desa. Sebab dengan melintasnya dump truck, banyak jalan yang rusak dan debu.

Warga mengeluh dengan melintasanya Dump truck bermuatan koral, membuat jalan rusak berat. Hal itu disebabkan kendaraan yang melintas tonase melebihi kapasitas jalan desa.

Menanggapi kondisi itu, Ketua NU Kecamatan Tirtoyudo Matramu mengatakan, bahwa pabrik koral tersebut harus segera ditutup. Sebab kondisi jalan desa rusaknya semakin parah, apalagi ini memasuki musim hujan.

“Jangan mentang-mentang pabriknya milik pejabat, lalu dengan seenaknya merusak jalan desa kami,” ungkapnya dengan nada geram.

Hal senada juga diamini Kyia Muhlis, tokoh masyarakat Tirtoyudo. Keduanya ikut resah dengan kondisi tersebut. Sebab, hampir setiap hari, rumahnya dilalui truck besar. Namun keresahan warga belum ada tanggapan dari pihak terkait.

“Kami sudah sering memberikan himbauan pada pemilik pabrik, tapi sejauh ini belum ada tanggapan. Bahkan aparat desa juga terkesan membiarkan kondisi tersebut, seaka-akan tutup mata,” tambah Kyiai Muhlis.

BrataPos.com mencoba klarifikasi pada pemilik pabrik di area penggilingan batu koral, namun hanya ditemui karyawannya. Sementara pemilik pabrik sedang tidak berada ditempat.

“Kami tidak tahu mas kalau masalah perijinan dan lainnya. Karna tugas kami hanya menjaga dan menjualkan hasil penggilingannya. Selebihnya ada dikewenangan bos,” ujar karyawan pabrik yang enggan disebutkan namanya.

Dari pantuan BrataPos.com, pabrik penggilingan batu koral menempati lahan seluas lebih kurang satu hektar. Informasi yang didapat dari warga sekitar, pemiliknya adalah salah satu pejabat Pemerintah Kabupaten Malang yang berinisal T.

Bahkan saat yang bersamaan, LSM MPKKN dan LP KPK juga melakukan investigasi. Anehnya, untuk mengelabuhi instansi terkait di lokasi pabrik tidak tertera Papan Nama jenis usaha tersebut. (Fatkur/Hadi)

REKOMENDASI UNTUK ANDA