by

LSP Satria Nusantara Kabupaten Sidoarjo, Seni Pernapasan Untuk Kesehatan

SIDOARJO, BrataPos.com – Lembaga Seni Pernapasan (LSP) Satria Nusantara, sudah lama tumbuh dimasyarakat. Komunitas yang didirikan H. Maryanto ini sudah menyebar dipenjuru Indonesia.

Di Kabupaten Sidoarjo Satria Nusantara didirikan oleh 3 orang, diantaranya oleh Ir. Ismunandar pada tanggal, 26 Maret 1989. H. Nadim mantan calon Bupati Sidoarjo, pernah juga menjabat sebagai Ketua Lembaga LSP Satria Nusantara Kabupaten Sidoarjo.

Satria Nusantara adalah sebagian kecil dan lembaga yang ada dimasyarakat. Berusaha turut serta secara aktif membantu program Pemerintah dalam bidang kesehatan dengan metode mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.

Lembaga LSP ini hususnya olahraga pernapasan serta membentuk penghusada-pemghusada untuk membantu pelayanan pengobatan kepada anggota sendiri maupun masyarakat pada umumnya.

Ada sembilan cabang yang sudah bergabung di Lembaga Satria Nusantara Kabupaten Sidoarjo dan setiap cabang dipimpin oleh Ketua Cabang dan Kasi Kepelatihan.

Pernapasan ini bermanfaat untuk kesehatan. Banyak orang tertarik mengikuti senam pernapasan ini, salah satu alasannya untuk menunjang kesehatan tubuh dan membekali diri dari ancaman luar.

Banyak masyarakat yang datang dengan keluhan berbagai penyakit seperti jatung, paru-paru dan lain-lain. Ada beragam jurus yang diajarkan dalam latihan Satria Nusantara, setiap jurus diberikan secara bertahap, dimulai dari gerakan pradasar, dasar, pengendalian halus (PH) jurus 1-10, gabungan jurus 1-7, pengendalian keras (PK) jurus 1-10, gabungan pengendalian keras (GPK) jurus 1-4 dan penjuru jurus 1-10.IMG_20181114_071751Setiap pertemuan latihan, anggota Satria Nusantara dilatih mulai dari gerakan dasar dahulu. Anggota dibimbing oleh pelatih yang ada disetiap cabang, dengan ketua bidang kepelatihan LSP Satria Nusantara Kabupaten Sidoarjo Supriadi.

Setiap 4 bulan sekali digelar Evaluasi Kenaikan Tingkat (EKT) yang dilaksanakan bergilir ditiap cabang. Ujian EKT dilakukan langsung oleh pelatih utama dari LSP Satria Nusantara Pusat dari Jogyakarta. EKT sebagai ujian kenaikan tingkat digelar dengan tes gerakan jurus yang sempurna dan bermacam test fisik.

“Satria Nusantara bukanlah ilmu kanuragan, tetapi setiap orang bisa melakukannya dengan disiplin berlatih. Ini adalah senam pernapasan, tapi gerakan kita konsentrasi dengan tenaga dalam, berdzikir bagi muslim jadi dengan sendirinya gerakan-gerakannya. Disamping untuk kesehatan, nantinya akan muncul sendiri kepekaannya,” kata Trisula.

Evaluasi Kenaikan Tingkat (EKT) LSP Satria Nusantara Kabupaten Sidoarjo, yang baru melakukan EKT pada 11 November 2018 di pantai Gemmah Tulungagung. Langsung dipimpin pelatih utama dari LSP Satria Nusantara Pusat dari Jogyakarta. Memberi apresiasi atas semangat anggota LSP Satria Nusantara Kabupaten Sidoarjo, yang telah mengikuti latihan bersama dan EKT yang pertamakali dilakukan di pantai Gemmah Tulungagung. Mudah-mudahan peserta EKT tahun depan 3X lebih banyak,” pungkas Dwi Bono. (rr/tr)

REKOMENDASI UNTUK ANDA