oleh

HUT Ke 73, PGRI Kota Batu Berharap K2 Diangkat Menjadi PNS

BATU, BrataPos.com – Sejarah panjang  Perjalanan PGRI yang saat ini  menapaki usianya ke 73 tahun ( 25 Nopember). PGRI Kota Batu melaksanakan serangkaian kegiatan yang diadakan diberbagai tempat. Akhir bulan oktober lalu, PGRI Kota Batu melaksanakan jalan sehat di Bumiaji Kota Batu. Dilanjutkan tanggal 16 nopember apel akbar di Sumenep Madura yang akan dihadiri oleh Ketua Umum PGRI pusat. Tanggal 26 nopember, puncak upacara HUT PGRI ke 73 di Stadion  Brantas Batu. Setalah itu, pada tanggal 1 Desember apel Akbar Nasional yang diadakan di Stadion Pakansari Bogor jawa barat, dan dihadiri langsung oleh Presiden.

Sebagai organisasi profesional, PGRI tetap menasbihkan diri sebagai organisasi yang bersih dari kepentingan politik. Persatuan Guru Repubik Indonesia ( PGRI) Kota Batu beranggotan 4000 guru, baik guru sekolah negri maupun sekolah swasta.

Menurut Kepala PGRI Kota Batu Samun, Spd, anggota sebanyak itu terdiri dari guru PAUD sampai Guru SMA/SMK.

“Kalau guru yang masa pengabdiannya dibawah 10 tahun, insentive  yang didapat dari Pemerintah Kota Batu sebesar Rp.500 ribu. Sedangkan untuk masa pengabdian diatas 10 tahun, insentivenya sebesar Rp.750 ribu per bulan. Insentive itu diperuntukkan bagi guru yang mengajar disekolah negri. Kalau sekolah swasta kan yayasan, jadi ya menyesuaikan kondisi keuangannya masing masing sekolah” terang Samun.

Honor itu, lanjut dia masih ditambah tunjangan dari sekolah, yang diambilkan dari dana Bosda dan Bosnas. Hal itu tergantung dari kebijakan sekolahnya masing masing dan menyesuaikan jumlah siswanya. Jadi insentive dari sekolah sangat bervariasi.

“Kalau di SDN kami jumlahnya siswanya sebanyak 587 anak. Jadi GTT yang masa pengabdiannya dibawah 5 tahun, mendapat tunjangan dari sekolah sebesar Rp.600 ribu. Bagi GTT yang masa pengabdiannya diatas 5 tahun mendapat insentive sebesar Rp.900 ribu,” tambahnya.

Masih kata samun, insentif sebesar itu  pembagian tugasnya sangat berbeda. Misalnya GTT senior beban tugasnya mencapai 75%. Sisanya yang 25 % dibebankan bagi GTT yang masih yunior.

“Pada tahun 2017, insentive untuk GTT dari pemerintah kota Batu rata rata sebesar Rp.500 ribu. Baru awal tahun 2018, ada penambahan insentive disesuaikan dengan masa pengabdian. Semua itu dilakukan sesuai dengan PAD Kota Batu yang terus meningkat, ujar pria 59 tahun ini.

Samun juga berharap pada pemerintah, bisa mengangkat pegawai K2 menjadi PNS. Mengingat di Kota Batu saat ini terdapat pegawai yang berstatus K2 sebanyak 79 orang. Sebab sesuai aturan, K2 yang usianya diatas 35 tahun tidak bisa mengikuti ujian CPNS.

“Paling tidak kalau K2 tidak bisa diangkat jadi PNS, ya gajinya disetarakan dengan PNS lah. Walaupun nantinya mereka tidak akan mendapat pensiun diakhir masa jabatannya,” harap dia.

Meski begitu, samun tetap bangga, pasalnya gaji K2 di Kota Batu masih tertinggi dibandingkan gaji K2 didaerah lain. (Ardian)

REKOMENDASI UNTUK ANDA