oleh

Petani Jagung Sumenep Menjerit Dengan Kelangkaan Bibit Hibrida

(Last Updated On: Sabtu, 10 November 2018)

SUMENEP, BrataPos.com – Di bulan November ini musim hujan sudah tiba, namun keluhan petani jagung tentang kelangkaan bibit unggul jagung menjadi persoalan.

Wakil Ketua Pemuda Tani Jawa Timur (PT-Jatim), Moh Rusdi, mengatakan, pada musim tanam tahun ini petani jagung di Sumenep banyak mengeluh. Hal itu dikarena kesulitan untuk mendapatkan bibit jagung.

“Kami selaku wakil ketua pemuda tani Jawa Timur mengharapkan dispertahortbun bisa turun tangan untuk mengatasi kelangkaan bibit tersebut, katanya, Minggu (10/12/2018).

Lanjut Rusdi, pada musim tanam hujan pertama menjadi kebiasaan petani tanam jagung. Sebab selama ini para petani sudah terbiasa menanam bibit unggul, sekarang sangat susah untuk mencari bibit yang di harapkan petani.

“Saya sebagai petani di Kecamatan Bluto sulit mencari bibit unggul jagung hibrida. Di toko-toko tidak ada, dinas mungkin ada solusi untuk kesulitan petani dengan kelangkaan bibit jagung ini,” harapnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dispertahotbun Sumenep, Abe Hajat menyampaikan, bahwa tahun ini sementara tidak ada bantuan bibit jagung hibrida dari pusat untuk kelompok tani. Sebab tidak ada perluasan lahan areal tanam baru.

“Kemarin ada surat dari pusat, bantuan untuk kelompok melalui yayasan yang mengusulkan. Kami disini hanya menyetujui,” jelasnya.

Maka dari itu, lanjut Hajat, bantuan bibit unggul jagung hibrida anggaran APBD dan APBN tahun ini dipastikan tidak ada, namun saja kalau petani butuh bibit mau beli kami bisa nyambungkan ke penyedia.

“Di Kabupaten Sumenep agen yang jual jagung hibrida bisa pesen langsung PPL wilayah. Pasalnya, tahun ini bantuan bibit tidak ada karena tidak ada perluasan lahan baru,” tukasnya. (Zainur/Red)

REKOMENDASI UNTUK ANDA