by

Takut Boroknya Terungkap ,KTU Puskesmas Dongko Ancam Wartawan

Trenggalek,Bratapos.com Takut kebobrokanya tersebar di publik oknum KTU Puskesmas Dongko yang bernama Sudarti mengancam salah satu oknum wartawan dari media mingguan  berinisial M.Teror berawal dari pemberitaan terkait keteledoran Puskesmas Dongko yang menyangkut  bagian petugas keamanan dan perawat dalam memberikan pengawasan terhadap pasien sangat ceroboh, sehingga menyebabkan pasien Rawat Inap di Puskesmas Dongko keluar dengan infus melekat dibadan tanpa diketahui oleh petugas puskesmas Dongko ,Hal tersebut sangat disayangkan oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat kabupaten Trenggalek H.Sholihin (59),bagaimanapun  alasanya pihak puskesmas Dongko harus bertanggung jawab atas kelalaianya dalam menjalankan tugas, dan sudah melanggar  Permenkes No11 Tahun 2017 tentang keselamatan pasien  yang diabaikan oleh petugas.  KTU Puskesmas Dongko yang dikenal ketus dan arogan tersebut meneror KD  dengan cara menakut-nakuti dan mengancam jika pemberitaan tersebut disebarluaskan kemasyarakat,dirinya akan berbuat nekad kepada orang tua KD tak lain pasien yang keluar ,yaitu apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada orang tuamu itu karena ulahmu,dan puskesmas tidak akan menerima pasien keluargamu di puskesmas dongko ini, Namun teror tersebut tak menyurutkan tekadnya untuk mengusut kasus ini hingga tuntas .Menurut keterangan M ketika ditemui awak media Patroli pada hari senin,08/10/18 Pukul 11.00 Wib. Oknum wartawan yang dikenal pemberani dan Jujur tersebut menuturkan bahwa’’hal tersebut memang benar, saya diteror  dan diancam oleh Sudarto KTU Puskesmas Dongko,karena kebetulan  saya juga berdomisili  di Dongko , darto juga pernah mengatakan bahwa jika anggota keluarga saya di Dongko ada yang sakit ,Puskesmas Dongko tidak akan memberikan pelayanan kesehatan’’,ujarnya. Perbuatan Darto tersebut dapat dijerat dengan Undang-undang  NO 40 Tahun 1999 Tentang Pers,pasal 18 yang berbunyi’’ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah)……bersambung (TRING / beritapatroli.com )

ktu puskesmas dongko

REKOMENDASI UNTUK ANDA