by

PH Terdakwa Menilai, Tuntutan Jaksa Tidak Mendasar

GRESIK, BrataPos.com  – Sidang lanjutan kasus penganiayaan terhadap selingkuhannya dengan terdakwa Sidiq Permono warga Rungkut Lor 3/30 Rt.03 Rw.06, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya digelar di Ruang Sidang Tirta Pengadilan Negeri Gresik (4/11/18).

Sidang yang diketuai majelis hakim Putu Gede Hariadi mengagendakan sidang pledoi atau pembelaan. Kuasa hukum dari Posbakumadin Gresik dalam pembacaan pledoinya menolak seluruh dakwaan dari JPU Dickey Eka Koes Andriansya dalam perkara tindak pidana penganiayaan pada selingkuhannya Chumaidah.

Menurutnya, apa yang didakwakan pada terdakwa Sidiq Purnomo yang melanggar pasal 351 ayat (1) dan menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 1 tahun tidak mendasar dan tidak ada alat bukti yang kuat.

“Bahkan alat bukti berupa visum et repertum yang dikeluarkan puskesmas Kota Gresik tidak bisa di jadikan alat bukti karena visum tersebut bukan visum korban dimana ada kesalahan administrasi pada visum tersebut berupa jenis kelamin,” tegas Ali Muhsin saat membacakan pledoi bergantian dengan Imam dari Posbakumadin Gresik.

Tidak hanya itu, dalam pledoinya dijelaskan bahwa terdakwa tidak ada unsur kesengajaan terdakwa melakukan penganiayaan terhadap korban Chumaidah dengan cara memukul memakai helm. Bahkan, waktu kejadian tidak ada saksi satu pun yang melihat kejadian penganiayaan tersebut, saksi yang dihadirkan hanya mendengar ketika diberitahu oleh korban.

“Atas dasar itu, kami meminta kepada Majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari segala dakwaan serta memulihkan harkat dan martabat terdakwa, ” tegas Ali Muhsin.IMG-20181101-WA0057Sidang dengan Majelis hakim yang diketuai Putu Gede Hariadi ditunda Senin depan dengan agenda Duplik dari Jaksa.

Seperti diberitakan, terdakwa Sidiq Permono warga Rungkut Lor 3/30 Rt.03 Rw.06, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya dituntut dengan hukuman penjara selama 1 tahun karena telah melakukan penganiayaan terhadap selungkuhannya.

Terdakwa melakukan tindak pidana penganiayaan dengan cara memukul menggunakan helm dibagian wajah korban. Peristiwa tersebut terjadi pada 4 Mei 2018 sekitat pukul 21.00 WIB, dijalan raya Dr. soetomo, Kelurahan Ngipik, Kota Gresik akibat dibakar cemburu. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA