by

Akibat Pukul Selingkuhannya Dengan Helm, Sidiq Pernomo Dituntut 1 Tahun

GRESIK, BrataPos.com – Warga Rungkut Lor 3/30 Rt.03 Rw.06, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Sidiq Permono hanya bisa terdiam saat duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Kemarin, (30/10/18).

Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis Putu Gede Hariadi  itu mengagendakan tuntutan. Lelaki (35 tahun) itu hanya bisa pasrah saat mendengar pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Diecky Eka Koes Andriansyah dari Kejaksaan Negeri Gresik.

Lelaki yang sudah mempunyai istri itu, terbukti aniaya selingkuhannya Chumaida pada (4/5/18) lalu di pinggir Jalan Raya Dr Soetomo, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Kota, Kabupaten Gresik.

“Terdakwa terbukti secara dan meyakinkan melakukan menganiayaan. Menuntut dengan hukuman penjara selama 1 tahun,” cetus Jaksa Penuntut Umum (JPU) Diecky Eka Koes Andriansyah.

Dalam tuntutan jaksa disebutkan, awalnya terdakwa dengan korban Chumaidah terlibat cekcok mulut, kemudian terdakwa melakukan penganiayaan dengan cara memukul menggunakan helm dibagian wajah korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada 4 Mei 2018 lalu sekitar pukul 21.00 WIB, di Jalan Raya Dr. soetomo, Kelurahan Ngipik, Kota Gresik, Kabupaten Gresik.

”Terdakwa terbakar api cemburu, mengira selingkuhannya itu janjian dengan laki-laki lain. Berdasarkan saksi dan bukti dipersidangan terdakwa bersalah melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP, sehingga kami menuntut 1 tahun penjara,” sambung jaksa Diecky.

Usai pembacaan surat tuntutan, terdakwa mengajukan pembelaan pada ketua majelis hakim Putu Gede Hariadi pada sidang pekan depan. Sambil mengetok palu akhirnya sidang ditunda pekan depan dengan agenda sidang pembelaan (pledoi)

Terpisah, Kuasa hukum terdakwa Ali Muhsin, mengatakan akan mempersiapkan materi pledoi. Pihaknya yakin bahwa kliennya tidak terbukti dengan dakwaan Jaksa. “Minggu depan akan kami persiapkan materi pledoi,” tegasnya. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA