by

Warga Tuntut Kades Pasar Kemis, Adanya Pencemaran B 3 Dari Perusahaan

TANGERANG, BrataPos.com – Warga Desa Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang keluhkan berdiri adanya tiga perusahaan yang membuang limbahnya sembarangan dilingkungan pemukiman warga, sehingga banyak warga yang terindikasi penyakit gatal-gatal pada kulitnya.

Pasalnya air limbah yang mengalir di pemukiman, menyerap pada sumur masing-masing warga, dimana warga masih menggunakannya untuk keperluan sehari-hari, sehingga adanya pencemaran air perusahaan ini jelas sangat mengganggu aktifitas warga.

Syaiful, salah satu petugas Kementerian Lingkungan Hidup bidang Wamtanas, dimana dalam sidaknya ia didampingi Kepala Desa, Polsek serta Koramil Pasar Kemis, dan Juga para tokoh masyarakat setempat, mengatakan bahwa sudah seharusnya perusahaan ini memiliki Amdal sendiri, tidak seperti yang terlihat sekarang ini, air mengalir mencemari lingkungan warga melalui air dari lubang lubang got dilingkungan warga.

“Perusahaan ini diduga jelas terindikasi pencemaran lingkungan hidup, dengan tidak adanya sarana amdal perusahaan yang harusnya sudah ada, karena ini perusahaan sudah berjalan cukup lama,” ucap Syaiful, kepada para awak media pada saat sidak lokasi, kamis (25/10/2018).

Katanya lagi, aparat desa harusnya sudah tanggap dan mengambil tindakan bila lingkungan warga tercemari oleh air limbah dari perusahaan, jangan didiamkan saja, apalagi saat ini banyak warga terindikasi penyakit kulit.

“Harus ada konvensasi dari perusahaan tersebut, bila jelas dampaknya mengganggu lingkungan warga dalam masalah air,” jelasnya lagi.

Haetomi, Kepala Desa Pasar Kemis, ketika akan dikonfirmasi oleh awak media, terkait masalah limbah B 3 Perusahaan, ia tidak berada ditempat.

“Maaf. Pak Lurahnya sedang antar tamu dan berada diluar, lain kali aja datang lagi,” kata stafnya.

Sementara warga yang tercemari dengan adanya limbah B 3 dilingkungannya, mengatakan bahwa sudah cukup lama ia menunggu adanya tindakan persuasif dari aparat Desa Pasar Kemis, agar perusahaan bisa dapat mengevaluasi dampak dari tindakanya itu. Tetapi tidak ada yang memulainya, hingga akhirnya datang sekarang dari rombongan dari kementrian Lingkungan Hidup.

“Akhirnya datang juga aparat pemerintah yang berkompeten dalam pencemaran limbah B3 ini, yang notabene sudah cukup lama beroperasi, dimama warga sudah sangat kesal atas operasinya perusahaan itu, kenapa yah diizinkan buka dilingkungan warga,” pinta warga, yang tidak mau namanya kepada awak media. (Fatah)

REKOMENDASI UNTUK ANDA