by

Menemui Jalan Buntu, Diskoperindag Gresik Memilih Lanjut Sidang Gugatan

GRESIK, BrataPos.com – Sidang mediasa terakhir antara Kamisih (penggugat) melawan Diskoperindag Gresik (tergugat) menemui jalan buntu. Dengan begitu tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, kemarin (18/10/2018).

Hasil mediasi yang digelar di ruang mediasi yang pada sidang sebelumnya menjanjikan untuk mengembalikan sebagian 4 stand namun akhirnya gagal. Pasalnya 4 stand yang dijanjikan ke penggugat sudah ditempati orang, kurang lebih sekitar 2 minggu-an. Padahal stand itu dalam status sengketa yang sudah masuk di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

“Majelis hakim mediator I Putu Mahendra pun tidak bisa berbuat banyak, sehingga sidang dilanjut ke persidangan,” kata kuasa hukum Kamisih, Raden Muhammad Saddad.

Ironisnya stand yang sudah direvikasi 14 meter yang sudah diakui oleh Diskoperindag dihilangkan, sehingga sekarang Kamisih tidak mempunyai stand, lanjut Saddat sapaan akrabnya.

Diberitakan sebelumnya, Pedagang Pasar Baru Gresik yang menjadi korban pemotongan stand oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik terlihat gundah saat mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Gresik (27/9/2018) lalu.

Dia mendatangi Pengadilan untuk mencari keadilan. Pasalnya luas lapak yang dimilikinya yang sesuai Surat Ijin Menempati (SIM) di pasar baru Gresik raib. Awalnya stand yang ia miliki seluas 30 meter persegi yang dibelinya pada 2007 silam.

Namun akibat renovasi pasar oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Gresik, kini stand miliknya tinggal 14 meter persegi. Seperi yang dialami oleh Kamisih (45) warga Jl. Gubernur Suryo, Kelurahan Telogo Pojok, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.

Wanita yang sudah belasan tahun berdagang ikan ayam di pasar baru Gresik itu berkali-kali mengadu ke pemegang otoritas pasar, yakni Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindag Gresik, namun usahanya tidak berhasil. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA