by

Dinas Pendidikan Dan Oknum Kepsek, “Kangkangi” Himbauan Bupati

TANGERANG, BrataPos.com – Tidak adanya tindakan tegas dari Dinas terkait, banyak oknum melakukan Pungutan Liar (Pungli). Diduga perbuatan melawan hukum oleh para oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) telah diketahui oleh Dinas terkait (red. Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang).

Mereka, seakan-akan tutup mata dan semakin berani lakukan Pungli. Dimana Himbaun Bupati Kabupaten Tangerang mereka “kangkangi” demi keuntungan pribadi dan kelompoknya.

Seperti diketahui, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, pada Selasa (2/10/2018) yang lalu di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa jangan ada lagi Pungli yang dilakukan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pegawai Honorer dalam pelayanan Masyarakat.

Bupati, menekankan agar para Kepala Dinas terus meningkatkan kinerjanya. Dengan tegas, Ia mengatakan akan memecat dan mencopot ASN yang kedapatan melakukan Pungli.

”Informasi sekaligus peringatan ini, sudah lama di sebar luaskan hingga ke semua kecamatan diwilayah kabupaten Tangerang,” kata Zaki.

Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, sudah menjadi rahasia umum, bahwa masih ada dugaan praktik Pungli yang dilakukan oleh beberapa Kepala Sekolah.

Berdasarkan hasil Investigasi yang didapat, bahwa inisial TK oknum Kepsek SDN Karet 1, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, diduga telah memungut uang kebersihan kepada para orang tua siswa sebesar Rp.15 ribu per orang.

“Kami dimintai Rp.15 ribu perbulan oleh bu Halimah,” kata seorang ibu yang namanya tidak mau disebutkan, pada Selasa lalu (16/10/2018), di SDN Karet 1 Kecamatan Sepatan.

Saat hendak dikonfirmasi, Kepala sekolah tidak berada ditempat. “Bu Tati sedang keluar, ada rapat di Tigaraksa,” kata Hayati, salah seorang guru.

Diketahui jumlah siswa SDN Karet 1 sekitar 887 orang, dimana hingga saat ini tidak ada petugas kebersihan dan penjaga sekolah. Selain itu banyak kerusakan pintu pada Lantai 2 gedung sekolah itu.

”Kalau tidak kami perbaiki, siapa yang akan memperbaiki, karena tidak ada bantuan dari Dinas. Uangnya dari mana untuk memperbaiki,” jelas Hayati, ketika ditanya adanya pungutan uang kebersihan itu.

Saat akan dikonfirmasi Mamat S.Pd Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang via celuler/sms, terkait masalah pungutan yang ada dibeberapa sekolah SD Negeri, ia mengatakan, bahwa saat ini keberadaannya sedang berada di Pendopo.

“Maaf bang posisi lagi ke pendopo, silahkan koordinasi dengan GTK dan Bidang SD,” singkat Mamad, Kamis (18/10/2018).

Dikatakan bahwa tahuh ajaran 2017 pihaknya tidak jadi mencetak Raport dan uangnya dikembalikan ke Kas Negara, juga pada pertengahan TA 2017 dirinya sedang menjalani Pendidikan dan Latihan (Diklat) di Pandeglang.

“Raport itu seharusnya dipakai untuk kurikulum 2013, tapi pengadaannya gagal,” kata Mamat lagi yang rencana akan memanggil kepsek yang telah melakukan pungutan uang sampul Raport tersebut.

Sebelumnya, Oknum Kepsek SDN Karet 1 Sepatan, TK. juga diduga telah menjual Sampul Raport kepada orang tua siswa senilai Rp.60 ribu dan 3 buah Buku dengan harga yang sama.

Ironisnya, orang tua siswa yang “terpaksa” membeli Raport dan Buku itu kebanyakan berasal dari kalangan siswa tidak mampu.

Hal ini juga menjadi perhatian dari Pengamat Pendidikan Kabupaten Tangerang Jazuli, yang menyayangkan sikap yang diambil dari Kepsek Karet 1 Sepatan, yang dinilai sangat bertentangan dengan himbauan Bupati Tangerang.

“Dalam waktu dekat kami akan melaporkan perbuatan oknum ini ke intansi yang berwenang,”kata Jazuli. (Fatah)

REKOMENDASI UNTUK ANDA