by

Jawa Timur Hanya Dapat Kuota 10.000 Pekerja Migran Ke Arab Saudi tahun 2018

MALANG, BrataPos.com – Penandatanganan dokumen antara Indonesia dan Arab Saudi pada 11 oktober 2018 lalu tentang tenaga kerja memberi peluang kecil bagi jawa timur. Pasalnya pemerintah arab saudi menjalin hubungan bilateral kepada Indonesia tentang penggiriman TKI dan perlindungannya.

Sebagai daerah pengirim asal calon Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri, jumlah penempatan dari Jawa Timur selalu mengalami kenaikan.

Berdasar data dari BNP2TKI, pada Tahun 2017 jumlah penempatan Pekerja Migran asal Jatim sebanyak 63.498 orang atau meningkat 87.75%. Kenaikan itu dibanding tahun 2016 dengan remitansi sebanyak Rp. 7,794 Trilyun. Tahun ini, jawa timur hanya dijatah 10.000 kuota pengiriman pekerja migran ke arab saudi.

Hal itu diungkapkan Budi Raharjo UPTD Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur pada Bratapos.com. Menurutnya, kenaikan itu seiring dengan adanya perbaikan tatakelola layanan pra dan purna penempatan melalui pendirian Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA).

Akses Informasi Bursa Kerja dan Pemberdayaan Purna Tugas (Pro Empowerment), Jawa Timur juga memiliki 16 Balai Latihan Kerja (BLK).

“16 BLK itu milik Pemerintah Daerah Provinsi dan 98 Balai (BLKLN) milik swasta. Dengan berbagai jenis kejuruan, Khususnya jenis kejuruan unggulan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia.Ada jurusan Welder (Las), CNC (Bubut), Hospitality (Perhotelan&Spa Therapis), Otomotif, Tehnologi Informasi. Pengolahan Hasil Pertanian, Garmen, Caregiver dan Hause Maid,” jelas Budi minggu (14/10/2018).

Masih menurut Budi, jabatan pekerja Migran asal Jawa Timur, yang mampu mengisi lowongan kerja di luar negeri disektor formal seperti Operator Manufactur, Skill Worker, Construction, Plantation Worker, Hospitality (Perhotelan&Spa Therapis), Garmen, Offshore Oil&Gas, Cruise Ship Worker dan Nurse selain jabatan informal sebagai Baby sitter, Caregiver dan Hause Maid.

Moratorium atau penghentian sementara penempatan TKI ke sejumlah negara-negara Arab sejauh ini belum dicabut. Tetapi pemerintah Indonesia telah menyiapkan uji coba penempatan sebanyak 30.000 pekerja rumah tangga ke Arab Saudi, pasca ditanda tanganinya MOU.

“Ya, alasan pemerintah  selama moratorium sejak 2011, marak ditemukan pengiriman TKI ilegal ke Arab Saudi. Selain itu, masih tingginya permintaan tenaga kerja di Arab saudi,” tambah Budi.

Strategi itu, lanjut dia, merupakan upaya membuka terobosan ketersediaan tenaga kerja yang ada di Indonesia. Kemudian permintaan yang terbuka di Arab Saudi, dan kondisikondisi lapangan yang ada. Kemudian,  mekanisme penempatan TKI dalam uji coba yang disepakati menggunakan satu pintu.

Oleh karenanya, bisa memberi peluang kerja bagi lulusan SD/SMP terutama untuk jabatan Domestic Worker dan Pekerja Pertanian. Untuk pengangur lulusan SMA/SMK melalui pelatihan singkat di BLK dapat mengisi peluang kerja dijabatan operator, pekerja pabrik, jasa, konstruksi dan perawat lansia.

“Bagi  pengangguran D3/Sarjana selain diperluas akses informasi kerja online, peluang kerja ke luar negeri melalui sistem kerja kontrak, menjadi pilihan. Untuk mengisi jabatan semi formal/skill. Supaya dapat mengurangi  pengangguran terutama lulusan SMA/SMK yang masih tinggi  jumlahnya,” pungkasnya. (Ardian)

REKOMENDASI UNTUK ANDA