oleh

Nekat Gelapkan Barang Perusahaan, Staf Inventory PT. Miwon Indonesia Diadili

GRESIK, BrataPos.com – Terdakwa Edwin Herdanto Gan (27) warga Jl. Darmo Permai Timur 14/63, Rt.03 Rw.03, Kelurahan Pradahkalikemdal, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Selasa, (3/10/18).

Pria yang menyandang pendidikan lulusan S1 itu diseret ke meja hijau lantaran nekat gelapkan barang Broken Corn sebanyak 20 ton milik PT. Miwon Indonesia yang beralamat di Driyorejo Gresik. Lelaki yang berkacamata itu didakwa pasal berlapis yakni pasal 374, dan pasal 372 serta pasal 263 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sidang yang diketuai majelis hakim Edy dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik satu persatu setiap lembar surat dakwaannya dibacakan dengan lantang. Dalam surat dakwaanya pada tanggal (12/12/17) lalu sekitar jam 13.30 WIB security PT. Miwon Indonesia melihat truck masuk PT. Miwon Indonesia.

Namun setelah itu truck tersebut tidak bisa muat barang, pasalnya truck dengan kendaan basah lantaran saat itu hujan deras. Ke-esokan harinya pada tanggal (13/12/17) truck tersebut hendak keluar dari PT. Miwon Indonesia, namun harus melewati mesin timbangan.

“Lalu terdakwa masuk ke ruangan timbangan dengan mengantarakan surat jalan kendaraan dengan jumlah muatan 20 ton Broken Corn. Dari situlah security mencurigae gerak geriknya terdakwa, pasalnya setelah ditimbang muatannya kurang 1 ton 720 kilo,” kata jaksa Aries Fajar Julianto.

terdakwa saat konsultasi pada penasehat hukumnya.
terdakwa saat konsultasi pada penasehat hukumnya.

Atas kekurangan muatan barang tersebut terdakwa terus memerintahkan pada operator forklit untuk mengeluarkan truck tersebut. Pada tanggal (8-11/1/18) dilakukan audit internal, setelah itu ditemukan adanya 1 nomor surat jalan pada tanggal (25/11/17) yang ditujukan ke PT. Duhyun Wijaya Lestari alamat Jakarta sebnayak 20 ton.

“Kemudian surat jalan tersebut digunakan untuk barang yang sama, berat yang sama dan tujuan yang sama untuk mengeluarkan barang. Tapi anehnya truck dan sopir beda. Dari situlah hasil dari temuan tersebut tim audit menyimpulkan bahwa ada kesalahan prosedur tidak sesuai SOP PT. Miwon Indonesia,” bebernya.

Usai bacakan dakwaan terdakwa diberi waktu untuk konsultasi pada penasehat hukumnya yakni Joko. Hampir 10 menit konsultasi, terdakwa pun tidak keberatan atas dakwaan JPU sehingga terdakwa tidak mengajuka esepsi (tanggapan).

Akhirnya sidang ditunda padatanggal (10/10/18) dengan agenda sidang menghadirkan saksi untuk mendengarkan keterangannya. Hakim memeinta pada jaksa untuk mnghadirkan para saksi. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA