by

Polemik Tanah Kavling Sedengan Mijen

SIDOARJO, BrataPos.com – Polemik tanah kavling yang terletak di wilayah hukum Desa Sedengan Mijen yang tiada pernah menemui titik terang berbuntut panjang. pasalnya pihak penjual tanah kavling tidak mau menyelesaikan adminitrasi surat-surat serta berkas penjualan tanah kavling kepada pemerintah desa Sedengan Mijen.

Padahal menurut aturan tentang penjualan tanah kavling sudah jelas adanya, bahwa pihak penyedia dan penjual tanah kavling yakni (H. Abdullah dan H. Abi) tanah sawah yang di beli dari Naripan, Bandi dan Topa itu di petak-petak di jadikan tanah kavling dan di jual secara variasi harganya. Seharusnya pihak penyedia dan penjual tanah kavling harus memenuhi persyaratan dari dinas terkait.IMG-20181002-WA0067Menurut keterangan kepala desa Sedengan Mijen M. Hasanuddin S.Hi mengatakan bahwa pihak pemerintah desa Sedengan Mijen sudah berusaha memfasilitasi untuk pengurusan kelengkapan penjualan tanah kavling tersebut, tapi pihak penyedia tidak pernah menggrubis itikad baik pemerintahan Sedengan Mijen.

“Bahkan pihak desa Sedengan Mijen sudah berulang kali memanggil pihak penyedia tanah kavling untuk datang ke balai desa tapi tidak pernah mau datang,” katanya.IMG-20181002-WA0066Bahkan terkait permasalahan tanah kavling ini pihak pemerintah desa Sedengan Mijen sudah melimpahkan kasus ini kepada camat Krian dan juga satpol PP Krian untuk menindak lanjuti permasalahan penjualan tanah kavling itu yang diduga melakukan pelanggaran terkait ijin surat serta kelengkapan berkas.

“Dari sejak awal penjualan tanah kavling sampai pihak pembeli membangun selalu di pantau pihak satpol PP krian tapi mereka tidak menghiraukan himbauan itu sama sekali. Ironisnya pihak penyedia dan penjual tanah kavling (H. Abdullah dan H. Abi) tidak merespon sama sekali, bahkan terkesan ada perlawanan. Dan sampai berita ini di publikasikan masih belum ada penjelasan dari pihak penyedia penjualan tanah kavling dan pihak kecamatan Krian. (can)

REKOMENDASI UNTUK ANDA