by

Suyono Alias Cak To, Pemilik Warung Kebakaran Divonis 6 Bulan Kurungan

GRESIK, BrataPos.com – Terdakwa Suyono alias Cak To warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik hanya bisa pasrah saat duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Gresik kemarin, (27/9/2018) untuk mendengarkan amar putusan.

Pria umur (39) itu diseret ke meja hijau lantaran warungnya mengalami kebakaran hebat di kawasan Tengger, tepatnya di Jalan Raya Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Kamis (21/12/2017) tahun lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran hebat saat itu.

Dalam amar putusan yang diketuai oleh majelis hakim Putu Gede Hariadi bahwa akibat dari warung terdakwa yang mengalami kebakaran menghanguskan sebanyak 12 lapak warung beserta isinya yang ada di kawasan Pujasera dekat pertigaan Tengger Manyar. Selain itu, si jago merah juga menghanguskan sebanyak 54 unit sepeda motor milik karyawan Mie Sedap.

“Mengadili terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kelalaian yang mengakibatkan kebakaran sehingga merugikan orang lain. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 188 KUHP menjatuhi hukuman selama 6 bulan penjara,” cetus hakim.

Namun dengan begitu vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa Kejari Gresik Lila Yurifa Prihasti yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 1 tahun penjara.IMG_20180928_184728Majelis hakim meyakini bahwa stand warung kopi milik terdakwa ditinggal tanpa mematikan magic com, kipas angin dan juga lampu. Kemudian terdakwa pulang dan tidur dirumahnya yang berjarak sekitar 200 (dua ratus) meter dari warung.

Sekitar pukul 00.45 WIB dini hari tanggal 21 Desember 2017 tahun lalu terdakwa ditelephon seseorang yang tidak dikenal dan memberitahukan bahwa warung terdakwa dan lokasi sekitarnya kebakaran.

Setelah mendengar informasi tersebut terdakwa langsung menuju lokasi dan sesampainya di warung, api sudah sangat besar dan membumbung tinggi dan membakar habis 12 (dua belas) stand warung dan juga lahan parkir yang ada di lokasi tersebut.

Majelis hakim juga mempertimbangkan bahwa terdakwa selama menjalani sidang sopan, dan terdakwa tulang punggung keluarga.

Usai dijatuhi hukuman 6 bulan, majelis hakim memberi waktu pada penasehat hukumnya. Silahkan saudara terdakwa untuk konsultasi pada penasehat hukumnya. Saudara bisa menerima putusan ini, menerima,pikir-pikir atau banding, itu hak saudara, kata hakim Putu Gede Hariadi.

Mendengar pertanyaan hakim, terdakwa setelah konsultasi tanpa pikir panjang langsung bersuara ” Saya terima pak hakim,” cetusnya dengan muka terlihat tegang.

Namun berbeda dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik Lila Yurifa Prihasti untuk mengambil sikap pikir-pikir. “Pikir-pikir yang mulia,” timpal Lila.

Dengan begitu menandakan bahwa vonis hakim dinyatakan belum memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah). Sambil mengetok palu hakim memberikan waktu selama 7 hari untuk pikir-pikir pada JPU. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA