by

Bandar Sabu Diganjar Hukuman Setimpal

GRESIK, BrataPos.com – Danny Ardiansyah warga Perum Kota Baru Driyorejo (KBD) Blok Virus Biru 35, Nomor 1, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, hanya bisa pasrah saat mendengar amar putusan ketua majelis hakim Agung Ciptoadi yang menjatuhi hukuman 8 tahun 6 bulan denda 1 milliar subsider 6 bulan kurungan penjara.

Hal itu disampaikan pada saat sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik kemarin, (26/9/2018). Putusan hakim sependapat dengan JPU.

Lelaki (27) itu terbukti bersalah dengan sengaja tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam hal jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika golongan satu seberat kurang lebih 4 gram, yang terbagi dalam 11 poket kecil.

“Kelakukan terdakwa Danny Ardiansyah melanggar pasal 114 ayat (1) undang-undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, sehingga terdakwa pantas menerima hukuman setimpal,” cetus majelis hakim.

Pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Esti Harjanti Candrarini dari Kejari Gresik pekan sebelumnya, menjerat Terdakwa Danny Ardiansyah dengan pidana kurungan penjara selama 8 tahun 6 bulan, denda Rp 1 Miliar subsider 6 bulan kurungan.

Jadi saudara terdakwa (Danny Ardiansyah), vonis hukuman untuk saudara sama dengan tuntutan jaksa. Silahkahkan saudara menyatakan sikap. Saudara bisa menerima putusan ini, pikir-pikir atau banding, itu hak saudara, kata majelis hakim Agung Ciptoadi

Mendengar pertanyaan hakim, Terdakwa Danny Ardiansyah tanpa pikir panjang, langsung bersuara. “Saya pikir-pikir pak hakim yang didampingi Penasehat Hukumnya dari Posbakum PN Gresik. Kita masih pikir-pikir atas putusan hakim. Sebab, putusan terlalu tinggi. Padahal terdakwa merupakan tulang punggung keluarga, sopan dalam persidangan dan menyesali perbuatannya. Memang terdakwa pernah di hukum,” kata Saifuddin.

Begitu juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik Esti Harjanti Candrarini juga menyatakan sikap serupa. “Kami juga pikir-pikir yang mulia,” katanya.

Sikap terdakwa dan JPU yang sama-sama menyatakan pikir-pikir, menandakan bahwa putusan majelis hakim dinyatakan belum memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah). Sambil mengetok palu Hakim memberikan waktu selama 7 hari untuk pikir-pikir pada JPU dan terdakwa.

Seperti terungkap sebelumnya, terdakwa Danny Ardiansyah harus menjalani kursi panas meja hijau karena didakwa bersalah atas kasus kepemilikan sabu seberat kurang lebih 4 gram, yang terbagi dalam 11 paket kecil.

Sebagaimana dikemukakan dalam dakwaan terdakwa disergap oleh Sat Reskoba Polres Gresik terjadi pada hari Kamis (12/4/2018) silam di rumah terdakwa di Perum Kota Batu Driyorejo-Gresik. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA