by

LSM Gadjah Mada Menilai KPU Sampang Mencari-cari Kesalahan Dispendukcapil

SAMPANG, BrataPos.com – Munculnya Pemberitaan disejumlah media online, beberapa hari ini, bahwa terdapat ada kejanggalan DP4 yang di ungkap oleh KPU. Seakan-akan KPU menyalahkan Dispendukcapil Sampang.

Menurut petugas Validasi dari PPK dan PPS Kecamatan Kota Sampang, dirinya menilai bahwa berita yang berkembang dibeberapa media tidak berimbang dan terkesan pembodohan publik.

Hal ini diungkapkan Ketua LSM Gadjah Mada Sampang, Fathor Rahman S. Sos. ditemui di kantor sekretariat LSM Gadjah Mada.

Fathor Rahman menyayangkan adanya berita yang sepihak dari KPU yang mempermasalahkan DP4 hasil dari putusan MK dalam hasil sidang putusan sengketa Pilkada Sampang. Sehingga, akibat DPT yang tidak logis, harus digelar pungutan suara ulang (PSU).

Bahwa DP4 atau Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu yang diterima KPU RI dari Kementrian Dalam Negeri adalah data falid sesuai E-KTP dari Dispendukcapil yang dikelola oleh Dirjen Dukcapil. Dimana data di dalam DP4 dipastikan valid. Dan sesuai petunjuk tekhnisnya.

“DP4 adalah acuan dasar yang harus divalidasi ulang dalam pencoklitan sebelum menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) selama 14 hari tidak ada perubahan, baru ditetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dimana akan ada perubahan data dari DP4 menjadi DPT,”¬† bebernya.

Dalam Proses pemutakhiran lanjut Fathor, data di Pilkada pertama yang digagalkan oleh MK, apa tidak dilakukan pencoklitan kenapa baru sekarang hal itu ditemukan dan digembar gemborkan ke media masa anehkan..?

“KPU tidak usah mencari cari kambing hitamlah, fokuskan kelancararan pelaksanaan PSU itu saja, kalau tidak mau fatal akibatnya,” jelas Fathorr Rahman
(25/9/2018).

Sementara Kepala Dispendukcapil melalui Kabid PIAK dan PD Disdukcapil Sampang, Edi Subinto saat di konfirmasi, juga senada dengan LSM Gadjah Mada, dimana pihaknya menyayangkan berita kurang mendidik tersebut.

“Dalam hal data penduduk, Disdukcapil daerah khususnya di Sampang¬† sebatas mendata yang antaranya perekaman E-KTP, yang selanjutnya diberikan dan di kelola oleh Kementrian Dirjen dukcapil,” bebernya.

Kembali di jelaskan Edi, pada tanggal 27 November 2017 silam, data kependudukan yang tercantum di DP4 dari kementrian Dirjen Dukcapil diberikan  ke KPU RI yang selanjutkan kewenagan KPU RI yang memberikan DP4 ke KPU daerah, termasuk KPU Sampang.

“Bahkan Edi juga menunjukkan sejumlah bukti keberadaan nama-nama se-Kabupaten Sampang yang terdata disistem, yaitu masuk di data base kependudukan yang artinya secara otomatis masuk di dalam DP4,” ungkap Edi.

Kami (disdukcapil-red) menyayangkan wartawan yang menulis tidak ada konfirmasi, terkait atas nama Kepala Dinas Pendidikan Sampang, H. Jupri Riyadi dan Kepala Kelurahan Polaghan Abd Rozak dan mantan kepala PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur yang sekaligus RT 02. RW 05 Jl. Makmur Kel. Rongtengah Sampang, yang mengaku tidak masuk dalam DP4

“Padahal sesuai data base yang ada, yang bersangkutan telah memiliki E-KTP, dimana secara otomatis pasti terhitung masuk dalam DP4. Ini kan data mau dipakai PSU,” pungkasnya. (ryn/far)

REKOMENDASI UNTUK ANDA