by

Selangkah Lagi, Kejari Gresik Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Jaspel BPJS

GRESIK, BrataPos.com – Seksi pidana khusus (pidsus) Kejaksaan Negeri Gresik akhirnya memeriksa pejabat eselon II di Pemkab Gresik yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) yakni dr M. Nurul Dholam. Sebelumnya pidsus sudah memanggil 32 kepala puskesmas se-Kabupaten Gresik guna dimintai keterangan.

Hari ini Kamis (16/8/18) dr M. Nurul Dholam diperiksa terkait pemotongan dana jasa pelayanan (Jaspel) sebesar 10 persen di 32 Puskesmas se-Kabupaten Gresik. Dengan mengenakan baju batik warna kuning dan hitam dipadu celana hitam. M. Nurul Dholam masuk sekitar jam 9.00 WIB ke ruang pidana khusus (Pidsus) Kejari Gresik guna dilakukan pemeriksaan.

Selain Kadinkes Gresik, ada dua orang menjalani pemeriksaan di ruang berbeda. Yakni, Sekretaris Dinkes drg Saifuddin Ghozali, dan Kasubagrenggam Dinkes Gresik.

Saat ditanya wartawan berapa pertanyaan yang ditujukan ke Kadinkes Gresik. Dijelaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik, Pandoe Pramoekartiko dirinya belum mengetahui hal itu. Sebab, hal itu bukan menjadi kewenangannya tapi diserahkan ke tim pidsus tindak pidana korupsi Kejari Gresik. “Pemeriksaan kami serahkan ke tim pidsus tindak pidana korupsi,” ujarnya.IMG-20180816-WA0065Pandoe juga menjelaskan, terkait dengan kasus ini pasca penggeledahan di Kantor Dinkes Gresik ada beberapa oknum memanfaatkan dengan mengatasnamakan Kajari Gresik, dan Kasi Pidsus. Karena itu, bila ada yang memanfaatkan hal tersebut jangan dihiraukan. Sebab, bukan atas permintaan Kajari maupun Kasi Pidsus.

“Ini sama saja merusak nama baik Kejaksaan Negeri Gresik. Untuk itu, kami mencoba menyusun strategi guna dilakukan penangkapan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berkas laporan terkait kasus dugaan korupsi pemotongan dana jaspel BPJS sebesar 10 persen akan dijadikan barang bukti. Tetapi, tergantung apa yang diteliti.

“Sebelum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini. Minim ada dua alat bukti serta keterangan saksi. Kalau petunjuknya sudah ada. Tinggal memanggil saksi ahli, dan auditor guna mengetahui kerugian negara setelah ada penetapan tersangka,” sambungnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Gresik, Pandoe Pramoekartika mengatakan, hasil bukti yang dibawa oleh kejagung sampai saat ini kejaksaan negeri Gresik belum menerima hasilnya. “Namun Dua alat bukti laninnya seperti keterangan saksi dari kepala puskesmas dan bukti dokumen sudah dikanantongi,” pungkasnya.

Sekitar jam 17.45 saat keluar dari ruang penyidik pidsus M. Nurul Dholam tidak banyak menjawab petanyaan wartawan, sesekali dia hanya menyampaikan, saya sebagai pegawai PNS selalau taat pada hukum, jadi saya kooperatif. Bila nanti kejaksaan memanggil lagi, saya siap datang, kata dr Nuru Dholam.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Andie Dwi Subianto mengatakan, satatus Kadinkes masih sebatas saksi, pemanggilan pertama ini penyidik masih menanyakan seputar pemotongan. Pekan depan kita panggil lagi, pasalnya masih banyak pertanyaan yang belum disampaikan,” kata kasi pidsus. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA