by

Pemuda Dusun Magersari, Sulap Sungai Gembong Jadi Tempat Wisata

PASURUAN, BrataPos.com – Puluhan Pemuda kreatif asal Dusun Magersari, Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, mampu menyulap aliran air sungai Gembong yang berada di Desa Magersari menjadi tempat wisata. Minggu, (12/08/2018).

Dari pantauan Bratapos.com. Minggu pagi banyak dari kalangan komunitas fotografi dan pemuda setempat melakukan kegiatannya, mulai dari berfoto dan menghias aliran sungai yang biasanya terlihat biasa hingga menjadi tak seperti biasa yang membuat sungai itu menjadi ramai dan berbeda dari sebelumnya.

Dam Pleret dibangun pada saat pemerintahan zaman belanda sehingga termasuk dalam peninggalan sejarah yang harus dikenal serta dijaga, agar sejarah tentang Dam Pleret tidak hilang termakan oleh waktu. Nama itu ditulis sejak awal tahun 1904 saat dibangunanya Dam Pleret tersebut.

Para pemuda Dusun Magersari mengelola dan menyulap Dam sebagai objek wisata, yang mana Dam tersebut berada tidak jauh dari kota Pasuruan. Kawasan Dam Pleret yang dulunya tidak begitu diperhatikan, kini tengah menjadi sorotan tempat wisata yang indah nan eksotis. Dengan membangun wisata di kawasan sungai “Dam Pleret” ini juga dimaksudkan untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Pasuruan.IMG-20180813-WA0033Poin pentingnya, Dam Pleret sendiri bisa dikatakan lain dari yang lain. Secara mandiri, Dam Pleret dijadikan arena ajang selfi serta priwed. Tidak hanya itu saja, Dam Pleret sebagai penyalur saluran air sungai Gembong bisa dijadikan tempat untuk memancing ikan pada malam hari.

Selain itu, Ketua Karang Taruna Heru Yulian mengatakan, tempat ini kedepannya akan dijadikan objek wisata pemandian mulai dari anak kecil hingga dewasa. “Ya mas, nantinya akan ada pemandian juga khusus anak dan dewasa, kami sudah menyiapkan sebuah Ban karet, bahkan kedepannya nanti kita ada prahu wisata, dan berbagai macam permainan,” ujarnya.

Salah satu komunitas fotografi menyatakan Dam Pleret ini layak dijadikan tempat untuk wisata. Sepertinya layak, dan perlu dikembangkan lagi agar bisa maksimal saat dijadikan tempat wisata.

“Menurut saya sudah bagus pemandangannya dan alami serta bangunan yang ada masih dalam keadaan utuh,” kata Tufik Hidayat Komunitas Landcaper Pasuruan. (Joko S)

REKOMENDASI UNTUK ANDA