by

Kelompok Petani dan Tani “Pamardi Siwi” Melakukan Panen Raya

Ngawi, Brata Pos. com,- Para anggota petani dan tukang tani, Kelompok Tani “Pamardi Siwi” melakukan panen raya dengan gembira ria, pasalnya yang disampaikan Mbah Suparno (63) selaku tokoh para petani bersama penggarap, Paniran (50), Triyono (35) Muawalah (35) warga RT.05/01 Dukuh Nglasep, Desa Kletekan Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi, mereka anggota Kelompok Tani “Pamardi Sawi” yang sedang melakukan panen raya padi jenis IR 64 di blok sawah buntaran di Dukuh Nglasep. Mereka merupakan Kelompok Tani yang berhasil karena mereka panen raya maksimal, di musim kemarau ini. Menurut narasumber Mbah Suparno (63) selaku tokoh masyarakat juga tokoh para petani padi dan palawija di dukuhnya cukup berhasil, pasalnya panen padi tahun 2018 di musim kemarau ini cukup maksimal, contohnya panen kami per hektar masih mendapatkan 4 ton sampai 5 ton basah. Apa yang bapak lihat, para petani di blok Dukuh Nglasep ini sekitar 74 hektar ini yang disebut sawah blok buntaran Dukuh Nglasep Desa Kletekan Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi yang dibimbing oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) UPT Jogorogo, Ibu Erna.

Desa yang berada di bawah lereng gunung lawu ini cukup subur perihal air petani, menurutnya tidak kekurangan air walau di musim kemarau. Mbah Suparno (63) menambahkan, “Tentang harapan ke depan anggota kelompok petani “Pamardi Sawi” sejumlah kurang lebih 500 anggota yang terdiri dari petani sayur mayur, palawija, sampai padi yang ada di wilayah kami. Belum punya ilmu pertanian yang tepat bagi para petani Holtikultura, kabarnya sih ada petugas penyuluh lapangan yaitu, Ibu Erna yang ada di UPT Jogorogo akan tetapi jarang turun ke lapangan di tempat kami untuk memberikan penyuluhan,” tegas Mbah Suparno.

DSCF3237

Kata itu dibenarkan oleh anggotanya, Widodo (50), Paniran (50), Triyono (35), Muawalah (35) yang sedang bersuka ria panen padi membenarkan adanya yang disampaikan oleh Mbah Suparno diatas. Mereka menambahkan agar Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) rutinitas mengontrol kami, memberi penyuluhan  kepada kami, seperti halnya apa yang dilakukan kepada Kelompok “Ngudi Utomo” Pocol, Kelompok “Lawu Subur” Gatak, Kelompok “Ngudi Utomo II” Kletekan. Agar kami mempunyai ilmu pertanian yang lebih tahu akan hal tersebut, penyaki-penyakit, hama, wereng hitam, wereng putih serta obatnya. Ketika mereka ditanya oleh Wartawan Brata Pos tentang pupuk subsidi kekurangan atau tidak? Satu hektar berapa kwintal untuk jatah pupuk agar maksimal? Mereka mengatakan, “Satu hektar itu membutuhkan pupuk 6 kwintal Urea dan TS, sementara ini kami tidak kekurangan, pupuk cukup.

Kepala Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo, Kabupten Ngawi, Sularso membenarkan, adanya Kelompok Tani Pamardi Siwi yang ada di Dukuh Langsep jumlah anggota kurang lebih 500 orang, luas areal persawahan 74 hektar dan perkebunan kering 20 hektar lebih, “Memang di wilayah itu mas, tidak kekurangan air para petani disana panennya sangat memuaskan, 1 hektar mencapai 4 ton sampai 5 ton panen di tahun ini, padahal di wilayah desa lain, saudara kami warga Desa Soco Kecamatan Jogorogo, Kabupten Ngawi gagal panen, akibat kekeringan kurang lebih 150 hektar gagal panen, kami ikut berduka cita kepada saudara-saudara kami yang ada di Desa Soco Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi, Alhamdulillah mas di desa kami tetap panen tidak kekurangan air,” kata Sularso Kepala Desa Kletekan

Ketika ditanya oleh Wartawan Brata Pos terkait jalan poros ekonomi dari Dukuh Nglasep ke Desa Kletekan ke Desa tetangga seperti, Jaten, Jogorogo, Brubuh, Girimulyo, apakah sudah dibangun belum, Sularso menjawab, “Sedang berlangsung dibangun di Dukuh Nglasep RT.05/01, jalan poros Dusun untuk penghubung ke jalur Pasar Besar Jogorogo, jalur pendidikan ke SMPN 2 Jogorogo, yang setiap hari digunakan untuk sehari-hari jalur ke SD, SMP, MTs, SMA Jogorogo sebagai jalan protokol utama (jalan poros Desa) atau yang disebut jalan antar desa.” kata Sularso.

“Apa yang dibangun Pak Kades? TPT mas, Talut Penahan Tanah sepanjang 189 m, tinggi variable dari 120 cm sampai 40 cm, anggaran dari SAPRAS tahun 2018 sebesar Rp. 150.000.000,- dipotong pajak. Kades menambahkan terkait pelaksanaan proyek tersebut dipimpin oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan Ketua Suyatman juga sebagai Kasun Kleleng, menurutnya sesuai kebutuhan dan keinginan muai perencanaan Musrenbangdes sebagai prioritas untuk dibangun sebagai jalan poros utama agar segera dinikmati oleh warga kami, khususnya warga para petani agar hasilnya lenih maksimal, dan para anak-anak didik tidak kesulitan karena jalan transportasi untuk menuju ke sekolah masing-masing sudah enak dibangun, begitu mas.” kata Sularso kepada Wartawan Brata Pos di ruang kerjanya. (zainal)

REKOMENDASI UNTUK ANDA