by

Lebaran Ketupat, Menjadi Berkah Bagi Pengrajin Ketupat

Gresik, Bratapos.com – Tradisi Lebaran Ketupat biasanya dilaksanakan setiap tanggal 7 Syawal setelah umat Muslim selesai melaksanakan ibadah puasa sunah selama enam hari di bulan Syawal.

Perayaan Lebaran Ketupat, hingga kini masih dipertahankan dan dirayakan oleh masyarakat. Hari raya ketupat identik dengan pohon siwalan (janur). Pasalnya ketupat terbuat dari pohon siwalan.

Lebaran ketupat merupakan berkah bagi pengrajin ketupat. Pasalnya permintaan ketupat setiap hari tambah meningkat. Seperti yang diakui Riaman (48) tahun asal Desa Hendrosari RT 03 RW 01, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pengrajin ketupat. Ia menceritakan pada Media Brata Pos.

“Dirinya mempunyai 30 batang pohon siwalan di pekarangan rumahnya. Dalam setiap batang biasanya hanya diambil 2 set blarak, sebutan daun siwalan (janur). 2 set blarak menjadi dua macam, yakni lepet istilah orang jawa dan ketupat. Setiap 1 set blarak isi 20 lembar daun janur. Jadi 2 set blarak menghasilkan 40 ketupat,” jelasnya.IMG-20180619-WA0006Lanjut Riaman, biasanya dalam 1 hari dia bisa membuat 150 biji ketupat. Untuk penjualannya dia dengan cara sistem ikat yang isinya 10 ketupat. Dia hanya membandrol 10 Ribu. Dia tidak hanya menjual ketupatnya saja, namun juga jual yang masih terbentuk janurnya. Dia jual per set.

“Dalam per 1 setnya sendiri dibandrol 10 Ribu. Alhadulilah setiap harinya saya mendapatkan penghasilan 200 ribu sampai 250. Ini adalah rejeki tahunan karena permintaan hanya tiap hari lebaran ketupat saja,” katanya sambil menunjukan hasil kerajinan ketupatnya.

Pengrajin ketupat ini adalah turun temurun dari kakeknya karena Desa Hendrosari terkenal dengan pohon siwalan. Rata-rata di desa Hendrosari banyak pengrajin Ketupat. (anam/jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA